BTN dan SMF Incar Sekuritisasi KPR hingga Rp500 Miliar Akhir 2026

Selasa, 01 September 2026 | 04:29:01 WIB
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) membidik sekuritisasi kredit pemilikan rumah (KPR) senilai kira-kira Rp300 miliar hingga Rp500 miliar bekerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu ketika berada di sela-sela acara Penyerahan 30 Sertifikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan yang bertempat di Menara 2 BTN, Jakarta Selatan, pada Senin (31/8/2026). 

“Size-nya engga gede, sekitar Rp300 miliar–500 miliar,” kata Nixon, sebagaimana dikutip pada Selasa (1/9/2026).

Selain menjalankan sekuritisasi KPR, perseroan juga tengah mempersiapkan penerbitan obligasi subordinasi atau subdebt. Nixon menaruh harapan agar kedua aksi korporasi tersebut dapat diwujudkan pada penghujung tahun ini. 

“Mungkin akhir tahun juga,” ujarnya.

Rencana perihal kerja sama itu sebelumnya sempat dibeberkan oleh Nixon dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Semester I/2026 pada Juli 2026. Pada waktu itu, pimpinan tertinggi di BTN ini menyatakan tengah menjajaki aksi korporasi bersama SMF, yakni berupa sekuritisasi serta pembelian obligasi.

“Itu sedang kami bahas, tapi saya minta bonds-nya tier-2 capital itu kalau jadi akan kami lakukan di semester II/2026,” ujarnya.

Di sisi lain, BTN berencana menerbitkan surat utang dalam denominasi rupiah pada September 2026 dengan target perolehan dana yang hendak dihimpun oleh perseroan dari instrumen obligasi ini berada di angka sekitar Rp2 triliun. 

Meskipun demikian, pihaknya masih meninjau situasi pasar serta bakal mengumumkan nominal pastinya dalam waktu dekat.

“Kisarannya kami masih lihat pasar, tapi dalam waktu dekat kami akan mengumumkan bond kami mau berapa. Targetnya sih Rp2 triliun aja,” ungkap Nixon.

Nixon tidak merinci secara spesifik kategori obligasi yang bakal diluncurkan oleh BTN. Walau demikian, dia menegaskan bahwa obligasi tersebut bukan merupakan bagian dari agenda kerja sama bersama SMF ataupun berbentuk global bond.

Dia menyampaikan bahwa BTN memilih untuk tidak menerbitkan global bond mengingat perseroan saat ini fokus mencukupi kebutuhan likuiditas dalam bentuk mata uang rupiah. 

“Global bonds memang kami enggak perlu karena kurs kan kayak begini, sementara kami butuhnya buat rupiah,” pungkasnya.

Terkini

Hrgovic Sebut Moses Itauma Masih Bertarung Seperti Amatir

Selasa, 01 September 2026 | 06:09:32 WIB

Jonatan Bidik Poin WTF Lewat Kemenangan di China Masters

Selasa, 01 September 2026 | 06:08:02 WIB

Peralta Rendah Hati Usai Bawa Persib Lolos ke ACL Two 2026/27

Selasa, 01 September 2026 | 06:06:32 WIB