Transaksi Valas Perbankan Meningkat di Tengah Pelemahan Rupiah

Rabu, 02 September 2026 | 06:23:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Pelemahan rupiah yang berlanjut sejak pertengahan tahun mengubah pola transaksi perbankan. Korporasi dengan kewajiban valas tidak lagi menunda pembayaran, tetapi justru mempercepat impor, melunasi utang, dan mengunci nilai tukar melalui lindung nilai.

Impor dan Lindung Nilai Pacu Transaksi

Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan mengatakan, transaksi valas cenderung meningkat saat rupiah melemah. Pemicunya bukan spekulasi, melainkan kebutuhan nyata korporasi: membayar impor, utang, dividen, serta melakukan hedging melalui instrumen forward, swap, atau DNDF.

"Transaksi valas perbankan cenderung meningkat saat rupiah melemah, terutama didorong akan kebutuhan korporasi untuk impor, pembayaran utang dan dividen, serta peningkatan hedging melalui forward, swap, atau DNDF," ujarnya kepada Kontan.co.id, Selasa (1/9/2026).

Namun, transaksi yang tidak mendesak berpotensi ditunda nasabah. Pelemahan rupiah juga berpotensi menaikkan biaya pendanaan valas dan spread transaksi perbankan.

Likuiditas Valas Masih Terjaga

Trioksa menggarisbawahi bahwa sejauh ini belum ada tekanan likuiditas valas yang sistemik. Cadangan devisa masih memadai dan Bank Indonesia aktif menjaga stabilitas pasar.

"Sejauh ini belum menunjukkan tekanan likuiditas valas yang sistemik karena cadangan devisa masih memadai dan BI aktif menjaga stabilitas pasar," katanya.

Perbankan pun diminta memperkuat sumber pendanaan valas, menjaga kesesuaian tenor aset-liabilitas, serta memperketat limit dan stress test risiko nilai tukar.

KB Bank Catat Volume US$ 140-160 Juta per Bulan

Direktur Utama KB Bank Kunardy Darma Lie menyatakan, transaksi valas perseroan stabil dan didominasi kebutuhan riil nasabah, terutama segmen korporasi. Volume transaksi berkisar US$ 140-160 juta per bulan, meliputi pembayaran impor, konversi ekspor, aktivitas perdagangan, dan hedging.

"Hingga saat ini, tren transaksi valas di KB Bank berjalan relatif stabil dan tetap didominasi oleh kebutuhan riil nasabah," kata Kunardy.

Ia menegaskan tidak ada aktivitas spekulatif. KB Bank mengandalkan transaksi antarbank untuk menjaga kecukupan likuiditas. Dana pihak ketiga (DPK) valas masih tumbuh positif, meski lajunya melambat, dengan penopang utama dari eksportir, importir, dan ekosistem perusahaan Korea.

BCA Prioritaskan Kebutuhan Nasabah

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memilih fokus pada pemenuhan transaksi valas sesuai permintaan nasabah. Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan pergerakan nilai tukar bukan satu-satunya faktor penentu aktivitas transaksi.

"BCA berkomitmen untuk senantiasa memenuhi kebutuhan transaksi valas sesuai kebutuhan nasabah dalam berbagai jenis mata uang," katanya.

BCA terus memantau perkembangan kurs secara prudent dan menjaga keseimbangan likuiditas valas agar layanan tetap responsif dan aman.

Proyeksi Akhir Tahun: Transaksi Tetap Tinggi

Trioksa memperkirakan transaksi valas perbankan masih akan tinggi hingga penghujung 2026 jika volatilitas rupiah berlanjut. Perbankan disarankan memperkuat instrumen hedging dan disiplin manajemen risiko.

"Hingga akhir tahun, transaksi valas diperkirakan tetap tinggi dengan rupiah yang masih volatil," ujar Trioksa.

KB Bank menargetkan pertumbuhan transaksi valas positif dan berkelanjutan, dengan fokus pada transaksi korporasi yang memiliki underlying jelas. "Strategi kami adalah mendorong pertumbuhan transaksi yang sehat dan berbasis kebutuhan riil nasabah, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko," tutur Kunardy.

Terkini

Sektor Industri Pimpin, IHSG Ditutup Naik 1,14% ke 6.599

Rabu, 02 September 2026 | 07:55:00 WIB

Hrgovic Sebut Moses Itauma Masih Bertarung Seperti Amatir

Selasa, 01 September 2026 | 06:09:32 WIB

Jonatan Bidik Poin WTF Lewat Kemenangan di China Masters

Selasa, 01 September 2026 | 06:08:02 WIB

Peralta Rendah Hati Usai Bawa Persib Lolos ke ACL Two 2026/27

Selasa, 01 September 2026 | 06:06:32 WIB