Sentra Rote Ndao Genjot Target Swasembada Garam 2029

Rabu, 02 September 2026 | 21:15:01 WIB
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari. (Foto: NET)

JAKARTA — Pengembangan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao terus digenjot guna mendongkrak produksi garam nasional hingga mencapai 5 juta ton pada tahun 2029.

"Pemerintah menargetkan pengembangan K-SIGN seluas 2.000 hektare. Untuk mencapai target tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menyelesaikan pengembangan tahap satu seluas 616 hektare di Kabupaten Rote Ndao dan saat ini tengah melaksanakan pembangunan tahap kedua seluas 751 hektare," jelas Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Selain itu, terangnya, KKP kini juga sedang menjalankan uji coba produksi pada lahan seluas 616 hektare (ha) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang pembangunannya telah rampung dengan sasaran panen perdana pada November 2026.

Secara keseluruhan, pengembangan wilayah Rote Ndao sebagai pusat sentra bakal dilaksanakan pada area seluas 10.764 ha. 

Dari total luasan tersebut, KKP bakal mengembangkan sekitar 2.000 ha memakai skema kerja sama pemanfaatan tanah warga. Sementara pihak investor akan menggarap lebih dari 8.000 ha sisanya yang diharapkan mampu mendorong kenaikan taraf hidup warga sekitar.

Qodari menyampaikan bahwa akselerasi pembangunan kawasan tersebut dijalankan demi mendongkrak hasil produksi garam dalam negeri.

"Dari sisi produksi, pemerintah menargetkan peningkatan produksi garam nasional secara bertahap dari baseline sekitar 1 juta ton menjadi 2,5 juta ton pada 2026, lalu 3,5 juta ton pada 2027 dan pada 2029 mencapai 5 juta ton," tutur Qodari.

Seiring kenaikan produksi garam nasional tersebut, volume impor garam dipatok turun mulai dari 2,6 juta ton menjadi 2 juta ton pada 2026, kemudian 1 juta ton pada 2027, hingga sukses menghentikan aktivitas impor pada tahun 2029.

"Ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada garam nasional," demikian Muhammad Qodari.

Terkini