Indonesia Dorong G20 Pangkas Hambatan Usaha

Rabu, 02 September 2026 | 00:15:31 WIB
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung. (Foto: NET)

JAKARTA - Indonesia mendorong negara-negara anggota G20 untuk memperkuat reformasi pro-pertumbuhan dengan mengurangi berbagai hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi. 

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung saat mewakili Menteri Keuangan dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Asheville, North Carolina, Amerika Serikat, pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.

Dalam forum tersebut, Juda menekankan pentingnya reformasi yang berorientasi pada pertumbuhan. Menurutnya, terdapat tiga area utama yang perlu mendapat perhatian bersama, yakni reformasi struktural dan penyederhanaan regulasi, penguatan kerja sama internasional, serta penguatan inovasi dan pemanfaatan teknologi.

"Reformasi pro-pertumbuhan perlu diarahkan untuk mengurangi hambatan terhadap kegiatan usaha dan investasi, memperkuat kerja sama internasional, serta mendorong inovasi dan pemanfaatan teknologi sebagai sumber pertumbuhan baru," ujar Juda dalam keterangannya pada Rabu.

Indonesia turut membagikan pengalaman dalam melakukan penyederhanaan regulasi demi menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif. 

Pemerintah juga memperkuat sektor keuangan lewat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan serta terus mendorong transformasi struktural melalui hilirisasi sumber daya alam dan pengembangan industri bernilai tambah tinggi.

Dorongan reformasi tersebut mengemuka di tengah perekonomian global yang masih menunjukkan ketahanan di hadapan berbagai guncangan. G20 mencatat sejumlah risiko yang membayangi prospek pertumbuhan global, seperti konflik geopolitik, ketegangan perdagangan, gangguan rantai pasok, tingginya tingkat utang, hingga ketidakpastian kebijakan.

Di sisi lain, investasi dan inovasi bidang kecerdasan artifisial turut menopang perekonomian, meski manfaatnya belum merata di setiap negara. 

Juda menyampaikan bahwa reformasi struktural dan pemanfaatan teknologi perlu diarahkan guna menciptakan sumber pertumbuhan baru serta berfungsi sebagai akselerator produktivitas yang didukung infrastruktur dasar, sumber daya manusia, dan ekosistem digital memadai.

Selain pihak pemerintah, G20 menegaskan krusialnya peran sektor swasta dalam memajukan investasi, inovasi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan produktivitas. 

Untuk pertama kalinya, G20 menghadirkan dialog langsung bersama pelaku usaha sektor kesehatan, manufaktur, dan jasa keuangan guna memperoleh perspektif terkait faktor pendorong maupun penghambat investasi.

Indonesia menilai pelibatan sektor swasta sangat esensial agar agenda reformasi dan pertumbuhan dapat bertransformasi menjadi peningkatan penanaman modal, perluasan lapangan pekerjaan, serta kesejahteraan masyarakat secara luas.

Terkini