Cara dan Waktu Pemulihan Kuku Rusak Akibat Penggunaan Akrilik

Rabu, 02 September 2026 | 02:35:32 WIB
Ilustrasi kuku [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebagian orang merasa khawatir bahwa penggunaan kuku akrilik mampu membuat kondisi kuku asli menjadi rusak, khususnya pascaproduk dilepas. Kuku yang mendapati kerusakan akibat pengaplikasian akrilik sanggup terlihat kian tipis, rapuh, ataupun gampang mengelupas.

Pada tingkatan yang kian serius, kerusakan bahkan sanggup memicu timbulnya infeksi atau onikolisis, yakni kondisi sewaktu kuku terlepas dari area dasar kuku. Lantas, bila kuku sudah telanjur rusak, berapa lama durasi waktu yang diperlukan demi mengembalikan kondisinya seperti semula?

Waktu Pemulihan Kuku Rusak akibat Akrilik

Berdasarkan penuturan pendiri Nail Career Education yang juga bertindak sebagai teknisi serta pengajar perawatan kuku berpengalaman selama 40 tahun, Suzie Moskal, rentang waktu pemulihan sangat bergantung pada bagian kuku yang mendapati kerusakan.

“Kuku tangan tumbuh sekitar 2 hingga 3 milimeter per bulan. Jadi, tergantung pada lokasi kerusakannya, biasanya dibutuhkan sekitar tiga hingga enam bulan hingga kuku yang benar-benar baru tumbuh,” kata Moskal.

Hal ini menandakan bahwa kuku tak serta-merta kembali sehat hanya dalam hitungan hari pascakuku akrilik dilepas. Tahapannya bergulir secara bertahap seiring proses pertumbuhan kuku yang baru.

Mengapa Kuku Bisa Rusak Setelah Menggunakan Kuku Akrilik?

Kerusakan kuku pascapenggunaan akrilik tak senantiasa bersumber dari zat bahan akrilik itu sendiri. Berdasarkan pandangan Moskal, tahapan pemasangan, pemeliharaan, serta pelepasan justru memegang pengaruh besar terhadap kondisi kuku yang asli.

“Kerusakan biasanya disebabkan oleh pemasangan yang tidak tepat, pengikisan kuku asli secara berlebihan, atau pelepasan produk yang dilakukan dengan cara yang salah,” jelasnya.

Teknik yang diaplikasikan sewaktu melakoni perawatan kuku menjadi poin yang krusial. Kuku asli dapat mengalami gangguan bilamana permukaannya terlampau banyak dikikis atau saat produk dilepas secara kasar.

“Ketika terjadi kerusakan, hampir selalu penyebabnya adalah bagaimana produk dipasang, dirawat, atau dilepas, bukan karena akrilik pada dasarnya merusak,” tegasnya.

Dengan kata lain, pengaplikasian kuku akrilik tidak secara otomatis memicu kuku asli menjadi rusak. Prosedur pemasangan serta pelepasannya patut diperhatikan agar kondisi kuku tetap terjaga.

Seperti Apa Ciri Kuku yang Rusak?

Kerusakan berskala ringan pada area permukaan dapat menjadikan kuku memimpin kondisi tipis, rapuh, serta gampang mengelupas. Namun demikian, kerusakan juga sanggup terjadi pada tingkatan yang lebih dalam.

Salah satu kendala yang sanggup muncul yakni onikolisis. Kondisi ini berlangsung sewaktu lempeng kuku terpisah dari bagian dasar kuku. Selain itu, tingkat kerusakan yang kian dalam juga dapat meningkatkan pemicu risiko infeksi.

Oleh lantaran itu, kondisi kuku pascamelepas akrilik perlu terus dicermati. Bilamana kuku terlihat jauh lebih tipis atau rapuh ketimbang kondisi sebelumnya, jangan terburu-buru untuk kembali mengaplikasikan akrilik.

Beri Waktu Kuku untuk Tumbuh Kembali

Bila kondisi kuku sudah terlanjur mengalami kerusakan, Moskal menyarankan untuk menyetop penggunaan akrilik hingga bagian kuku yang terimbas rusak tumbuh secara menyeluruh.

Sepanjang kurun waktu tersebut, kuku asli sanggup dirawat melintasi beberapa langkah sederhana. Salah satu caranya yakni menjaga ukuran kuku agar tetap pendek. Kuku juga seyogianya tidak terlampau sering terpapar bahan kimia keras serta dapat dirapikan secara berkala.

Moskal turut menyarankan pengaplikasian minyak kutikula guna membantu menjaga area kulit di sekeliling kuku agar tetap lembap.

“Saya selalu menyarankan penggunaan minyak kutikula yang baik untuk menjaga kelembapan kulit di sekitarnya,” ujarnya.

Di samping langkah perawatan tersebut, pola kebiasaan harian juga mesti diperhatikan. Hindari memfungsikan kuku layaknya alat untuk membuka, mengungkit, ataupun menjalankan pekerjaan lain yang sanggup menghadirkan tekanan berlebih.

“Usahakan untuk tidak menggunakan kuku sebagai alat, dan apa pun yang terjadi, jangan mencabut atau mengelupas kuku akrilik sendiri,” pesan Moskal.

Selain tindakan perawatan pascakuku rusak, penentuan nail artist juga krusial demi mencegah kemunculan masalah serupa di kemudian hari.

Moskal menyampaikan, hal paling utama yakni mencari teknisi kuku berpengalaman yang memprioritaskan kesehatan kuku asli. Menurutnya, persiapan kuku yang presisi, pemasangan yang benar, perawatan berkala, serta pelepasan produk secara halus merupakan bagian penting dalam memelihara kuku agar tetap sehat.

Terkini