JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan bilateral secara maraton selama hampir dua jam di Vladivostok.
Pertemuan yang berlangsung di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 tersebut berfokus membahas berbagai agenda penting antarnegara, mulai dari sektor teknologi, kemaritiman, hingga energi nuklir.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, agenda working lunch itu dimulai pada pukul 13.47 waktu setempat dan berakhir sekitar pukul 15.45 waktu setempat. Pertemuan ini menunjukkan eratnya hubungan kerja sama kedua negara.
Putin memandang Indonesia sebagai sekutu paling krusial bagi Rusia di kawasan Asia-Pasifik, sementara Prabowo menyatakan bahwa kemitraan bilateral saat ini telah meningkat levelnya menjadi strategis.
“Indonesia merupakan mitra yang paling kunci bagi Rusia di kawasan Asia Pasifik. Kami terkait dengan hubungan persahabatan selama bertahun-tahun,” ujar Putin, Kamis (3/9/2026).
Putin menilai komunikasi langsung yang terjalin erat menunjukkan karakter strategis hubungan kedua negara.
"Yang Mulia Bapak Presiden, izinkan saya mengucapkan selamat datang ke Kota Vladivostok. Pertemuan hari ini merupakan pertemuan kedua pada tahun ini. Dan kontak kami yang pribadi mencerminkan sifat strategis dari hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia,” katanya.
Selain itu, ia turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Prabowo sebagai tamu utama kehormatan dalam EEF.
"Ibu dan saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Putin.
Dalam pertemuan tersebut, Putin juga menyoroti kemajuan ekonomi antarkedua negara. Tercatat, total volume perdagangan antara Indonesia dan Rusia mengalami kenaikan sebesar 12 persen sepanjang tahun lalu.
Berbagai kerja sama ini dijalankan lewat mekanisme Komisi Bersama Rusia–Indonesia yang mencakup bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis. Fokus pembangunan ke depan akan diarahkan pada sektor pertanian, perkapalan, teknologi digital, serta energi terfokus pada energi nuklir.
Lebih lanjut, Putin menempatkan Indonesia sebagai rekan tepercaya Rusia di lingkup ASEAN serta mitra strategis dalam berbagai forum multilateral, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
“Saya yakin bahwa pertemuan hari ini akan memberikan dorongan baru kepada hubungan bilateral antara kedua negara kita,” pungkas Putin.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menegaskan bahwa Rusia memegang peranan penting bagi Indonesia. Hubungan persahabatan yang telah terjalin selama lima dekade kini ditingkatkan menjadi kemitraan strategis.
“Indonesia dan Rusia memiliki ikatan sejarah yang mendalam lebih dari 5 dasawarsa. Bagi Indonesia, Rusia adalah mitra yang sangat penting. Karena itu kami bangga dan gembira hubungan kami bisa meningkat menjadi kemitraan strategis tahun lalu,” ujar Prabowo.
Prabowo juga mengutarakan permohonan maaf karena berhalangan hadir pada peringatan Hari Nasional Rusia tanggal 12 Juni 2026 serta KTT Asean-Rusia ke-35 yang digelar pada 18 Juni 2026.
“Namun, saya membayar utang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” lanjutnya.
Di samping itu, Prabowo memandang bahwa ajang EEF mampu berfungsi sebagai jembatan penghubung kerja sama antarwilayah. Ia turut menekankan kesamaan posisi geografis Indonesia dan Rusia sebagai negara Pasifik.
“Forum ini memiliki potensi besar dalam menjadi jembatan kerja sama dan konektivitas di kawasan kami. Kami berdua adalah negara Pasifik dan bagi kami sebagai negara kepulauan konektivitas dan kerja sama maritim sangat penting,” ungkap Prabowo.
Dalam lawatan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk Rusia Jose Antonio Morato Tavares.