IHSG Sesi I Menguat 1,03% ke 6.663 Dedorong BBRI, AMMN, dan DSSA

Kamis, 03 September 2026 | 02:02:31 WIB
Indeks harga saham gabungan (IHSG). (Foto: NET)

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan bergerak di teritori positif selama perdagangan sesi pertama pada Kamis, 3 September 2026. Pergerakan indeks komposit tersebut disokong oleh apresiasi pada sebagian besar emiten berkapitalisasi pasar jumbo.

Berdasarkan laporan IDX Mobile, indeks harga saham gabungan mencatatkan penguatan sebesar 1,03 persen atau setara 67,78 poin menuju level 6.663. 

Sepanjang sesi pertama ini, indeks senantiasa bertahan di zona hijau dengan pergerakan harian berada pada kisaran 6.614 hingga 6.669. Total volume transaksi yang dicatatkan pasar mencapai 22,48 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp9,93 triliun.

Menjelang akhir sesi pertama, sebanyak 438 saham terpantau menguat, 223 saham mengalami koreksi, dan 302 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga. Dari total sepuluh emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar, sembilan di antaranya berhasil mencatatkan kenaikan. 

Rinciannya meliputi BBRI yang bertambah 0,59 persen ke posisi Rp3.410, DCII mendaki 0,07 persen ke Rp200.200, BYAN terkerek 0,73 persen ke Rp13.800, BREN menanjak 0,90 persen ke Rp3.380, serta BMRI yang menguat 1,38 persen ke level Rp4.420.

Kenaikan lanjutan juga dialami oleh AMMN sebesar 2,11 persen ke Rp4.360, MORA bertambah 0,93 persen ke Rp5.450, TLKM naik 0,77 persen ke Rp2.610, dan DSSA menguat 1,29 persen ke posisi Rp1.180. 

Di sisi lain, salah satu emiten berkapitalisasi pasar raksasa yakni BBCA tercatat stagnan di harga Rp6.675 sepanjang perdagangan sesi pertama. Sebelumnya pada penutupan perdagangan Rabu (2/9), indeks harga saham gabungan sempat terkoreksi 0,06 persen atau turun 4,17 poin ke level 6.595.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menerangkan bahwa secara teknikal pergerakan indeks harga saham gabungan berada dalam fase tren naik kendati sempat mengalami koreksi sehat. 

Berdasarkan pembacaan indikator, moving averages 20 dan 60 berada dalam kondisi persilangan bullish, sementara indikator Stochastics K_D serta Relative Strength Index memancarkan sinyal positif.

"Sentimen IHSG pada perdagangan Kamis, 3 September 2026 diproyeksikan variatif dengan kecenderungan menguat, memanfaatkan katalis positif dari bursa global serta stabilisasi pasar komoditas," kata Nafan dalam riset hariannya, Kamis (3/9/2026).

Nafan mengamati bahwa selama sesi pertama perdagangan ini, lonjakan harga komoditas batu bara turut mendongkrak saham-saham dari emiten terkait, seperti PTBA yang melesat 6,3 persen, AADI tumbuh 5,6 persen, dan BUMI yang menguat 2,9 persen. 

Lebih lanjut, Nafan memprediksikan pergerakan indeks harga saham gabungan hari ini akan menguji area support di level 6.552 dan 6.453, serta area resistance pada rentang 6.695 hingga 6.780.

"Ke depannya, investor domestik akan mencermati data nonfarm payrolls AS pada Jumat dan inflasi AS pekan depan, karena kedua data tersebut berpotensi menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed sekaligus volatilitas IHSG dalam jangka pendek," tandasnya.

Terkini