Pernah Pemalu, Maudy Ayunda Kini Bantu Anak Muda Temukan Potensi

Kamis, 03 September 2026 | 04:22:02 WIB
Founder dari Maudy Ayunda Foundation, Maudy Ayunda [FOTO: NET].

JAKARTA - Aktris, penyanyi, sekaligus Pendiri Maudy Ayunda Foundation, Maudy Ayunda membagikan pengalamannya memperoleh akses pendidikan dan dukungan dari banyak pihak. Hal tersebut menjadi titik mula baginya untuk membuka peluang serupa bagi generasi muda lainnya.

Gagasan itu mulai merekah pada 2018. Kala itu, Maudy baru saja menuntaskan pendidikan sarjana dan tengah berada dalam fase kehidupan yang membuatnya kerap merenungkan perjalanan pendidikan serta karier yang telah dilaluinya.

Di tengah rasa syukur atas bermacam peluang yang diraihnya, Maudy menyadari bahwa pencapaiannya tak lepas dari andil sosok-sosok yang hadir dalam perjalanan hidupnya.

“Di tahun 2018 itu aku baru lulus S1, terus aku lagi dalam momen yang merasa sangat beruntung dan bersyukur sekali mendapatkan akses dan kesempatan dari bidang pendidikan ataupun karier aku pada saat itu,” ujar Maudy dalam Press Conference Maudy Ayunda Foundation, Selasa (1/9/2026).

Berawal dari Pengalaman Pribadi

Pemeran film ‘Refrain’ itu mengungkapkan, perjalanan pendidikan dan karier bukan sekadar urusan perjuangan pribadi. Ada deretan sosok yang turut menyalurkan dukungan, kepercayaan, serta kesempatan sehingga dirinya mampu berkembang dan melangkah lebih jauh.

Pengalaman tersebut lantas membuat Maudy menyadari krusialnya keberadaan lingkungan yang sanggup mengenali dan memercayai potensi seseorang, terutama saat orang tersebut belum sepenuhnya yakin pada dirinya sendiri.

“Aku sadar betul bahwa the power of community, the power of being seen by people who truly believe in your potential, itu bisa sangat-sangat luar biasa,” ujar Maudy.

Menurutnya, dorongan semacam itu terasa kian bermakna, lantaran dirinya pun pernah berada dalam fase penuh keraguan. Di balik sosoknya yang dikenal luas oleh publik, Maudy mengaku pernah memiliki sifat pemalu dan merasa kurang percaya diri.

“Apalagi aku yang sebenarnya personality-nya itu cukup pemalu, sangat insecure dan sangat penuh pertanyaan di dalam diri. Di situ aku percaya bahwa kesempatan tersebut membuka pintu kesempatan lainnya bagi anak muda,” tuturnya.

Ingin Membuka Kesempatan untuk Anak Muda

Perenungan atas perjalanan tersebut lantas mengarahkan Maudy pada pemikiran bahwa sebuah kesempatan mampu menjadi titik balik perubahan dalam hidup seseorang. Menurut dia, kala seseorang memperoleh peluang yang pas pada waktu yang tepat, kesempatan itu bisa berbuah menjadi perubahan yang lebih masif.

“Jadi ini semua tentang memberikan orang yang tepat dan kesempatan di waktu yang tepat, sehingga mereka bisa memberikan perubahan untuk hidupnya dan lingkungan sekitar,” kata Maudy.

Pemikiran itulah yang kemudian menjadi salah satu pilar Maudy Ayunda Foundation. Maudy ingin pengalaman berupa akses, dorongan, dan kepercayaan yang pernah dicecapnya dapat diteruskan kepada generasi muda lainnya.

“Aku juga merasa bahwa aku punya privileges atau keberuntungan pada saat itu, sehingga aku mau membayarnya dan membuka kesempatan juga untuk orang lain,” ujarnya.

Ketimbang memandang keberuntungan yang didapatnya sebagai sesuatu yang usai pada pencapaian pribadi, Maudy memilih menjadikannya sebagai pemantik untuk mencetak ruang bagi orang lain agar sanggup berkembang.

Lahirkan Program Mentorship dan Beasiswa

Dari inisiatif tersebut, Maudy lantas merancang program yang menyalurkan dukungan lebih luas kepada generasi muda melalui jalur pendidikan. Program itu direalisasikan dalam bentuk pendampingan (mentorship) dan beasiswa.

“Dari situ muncullah ide untuk membuat program mentorship dan schoolarship yang aku harap bisa memberi dampak untuk Indonesia juga ke depannya, karena generasi muda Indonesia adalah kunci dan juga aset untuk negara,” ujar Maudy.

Bagi Maudy, generasi muda memegang peranan krusial dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh sebab itu, membuka akses terhadap peluang belajar dan berkembang menjadi bagian dari langkah guna mempersiapkan mereka menghadapi tantangan berikutnya.

Gagasan yang bermula dari pengalaman personal tersebut lantas berkembang menjadi bagian dari kiprah Maudy Ayunda Foundation dalam memberikan peluang bagi generasi muda Indonesia.

Bagi perempuan berusia 31 tahun itu, pendidikan tak sekadar urusan menimba ilmu di ruang kelas. Di dalamnya terkandung peluang untuk memetakan potensi, menggapai kepercayaan, membangun keberanian, serta menemukan lingkungan yang sanggup menopang seseorang untuk tumbuh.

Pengalaman itulah yang hendak ia teruskan lewat Maudy Ayunda Foundation. Peluang yang dahulu membantunya membuka jalan dalam pendidikan dan karier, kini menjadi pemantik bagi Maudy untuk turut membukakan jalan bagi generasi muda lainnya.

Terkini