Asing Borong Saham Rp1,07 Triliun, IHSG dan Rupiah Kompak Menguat

Jumat, 04 September 2026 | 07:13:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Derasnya aliran modal asing menjadi katalis utama pergerakan pasar keuangan domestik. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham paling diborong asing dengan net buy mencapai Rp471,38 miliar dari total transaksi asing Rp1,04 triliun.

Pemicu Penguatan IHSG dan Rupiah

Penguatan pasar saham dan nilai tukar terjadi hampir bersamaan. Sentimen positif datang dari pelaku pasar yang mulai melupakan kekhawatiran kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih agresif. Kondisi ini membuat investor kembali berani mengambil risiko di pasar emerging market, termasuk Indonesia.

Di pasar obligasi, imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ikut melandai ke level 7,1% pada Kamis kemarin, turun dari 7,23% pada hari sebelumnya. Melandainya yield menandakan harga SBN sedang naik karena permintaan investor yang tinggi.

Saham Big Caps yang Paling Diburu Asing

Selain BMRI, saham-saham berkapitalisasi besar lainnya juga masuk dalam jajaran incaran investor asing. Berikut rinciannya:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net buy Rp207,10 miliar
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) diborong asing senilai Rp131,92 miliar
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengantongi net buy Rp108,95 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net buy Rp87,40 miliar

Saham-saham lain yang turut menopang laju IHSG adalah PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Secara keseluruhan, perdagangan berlangsung ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp18,64 triliun dan volume 40,79 miliar saham. Sebanyak 402 saham menguat, 213 melemah, dan 180 saham stagnan.

Kinerja Sektor dan Level Terkuat Rupiah

Dari sisi sektoral, hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau. Penguatan terbesar datang dari sektor properti, konsumen primer, dan barang baku. Adapun sektor konsumen non-primer dan kesehatan menjadi dua sektor yang mengalami koreksi.

Penguatan rupiah pada penutupan Kamis sekaligus membalikkan tren pelemahan sehari sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (2/9/2026), rupiah masih ditutup melemah di level Rp17.750/US$. Apresiasi rupiah sebesar 0,56% ini menjadi pergerakan harian tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, menandakan kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia tengah menguat signifikan.

Terkini