EDUKASIEKONOMI.COM — Harga emas Antam hari ini resmi dibanderol Rp 2.670.000 per gram, naik tipis dari posisi Kamis yang berada di level Rp 2.639.000 per gram. Dalam dua hari beruntun, emas batangan produksi BUMN tambang tersebut tercatat menguat total Rp 46.000. Penguatan ini sejalan dengan tren serupa di pasar internasional, di mana harga emas dunia kembali perkasa setelah sempat tertekan pekan lalu.
Kenaikan juga terjadi pada harga buyback atau nilai yang diterima nasabah saat menjual kembali emasnya ke Antam. Pada hari ini, buyback ditetapkan sebesar Rp 2.523.000 per gram, menguat Rp 31.000 dari posisi sebelumnya. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali masih berada di kisaran Rp 147.000 per gram, margin yang perlu dipahami investor sebelum memutuskan membeli atau menjual.
Naik Dua Hari Beruntun, Totalnya Rp 46.000
Perhatikan bahwa pergerakan harga Antam belakangan ini cukup agresif. Pekan ini saja, logam mulia garapan Antam sudah naik dalam dua sesi perdagangan beruntun—suatu pola yang jarang terjadi dalam waktu singkat. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level rendah pada Rabu (2/9/2026), sebelum akhirnya berbalik menguat lebih dari 1% pada Kamis.
Yang menarik, reli ini terjadi di tengah perubahan sentimen pasar global. Indeks dolar Amerika Serikat melemah dari level tertingginya dalam hampir tiga pekan, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS mulai turun dari puncaknya. Kombinasi ini lazim menjadi pemicu penguatan harga emas, sebab aset logam mulia menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain.
Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini
Bagi Anda yang berencana berinvestasi atau sekadar memantau, berikut daftar lengkap harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada Jumat ini:
| Pecahan | Harga |
|---|---|
| 0,5 gram | Rp 1.385.000 |
| 1 gram | Rp 2.670.000 |
| 2 gram | Rp 5.290.000 |
| 3 gram | Rp 7.917.000 |
| 5 gram | Rp 13.165.000 |
| 10 gram | Rp 26.250.000 |
| 25 gram | Rp 65.460.000 |
| 50 gram | Rp 130.755.000 |
| 100 gram | Rp 261.360.000 |
| 250 gram | Rp 653.090.000 |
| 500 gram | Rp 1.305.900.000 |
| 1.000 gram | Rp 2.610.600.000 |
Sebagai catatan, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan berubah mengikuti dinamika pasar. Level tertinggi sepanjang masa masih dipegang pada 29 Januari 2026 lalu, ketika harga sempat menembus Rp 3.168.000 per gram dengan buyback Rp 2.989.000 per gram.
Sentimen Global: Dolar Melemah, Data Tenaga Kerja AS Dinanti
Di pasar internasional, harga emas spot tercatat naik 1,2% ke posisi US$ 4.437,08 per ons pada Kamis waktu setempat. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS menguat lebih tajam 1,6% menjadi US$ 4.483,30 per ons. Pemicunya masih sama: dolar AS yang tertekan dan imbal hasil obligasi pemerintah yang mulai mereda dari level tertinggi.
"Dolar yang sedikit melemah dan suku bunga AS yang lebih rendah memberikan sentimen positif bagi emas," kata analis UBS, Giovanni Staunovo. Ia menambahkan, tanpa panduan kebijakan yang jelas dari The Fed, pergerakan emas akan sangat sensitif terhadap perubahan ekspektasi pasar menjelang pertemuan September.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan sekitar 60% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan The Fed akhir bulan ini. Spekulasi ini menguat setelah Ketua The Fed Kevin Warsh pekan lalu mengisyaratkan kemungkinan pengetatan moneter lebih lanjut bila inflasi tak kunjung turun.
Namun, analis mengingatkan bahwa laporan ketenagakerjaan AS atau non-farm payrolls yang dirilis Jumat menjadi penentu utama arah harga berikutnya. "Jika data pekerjaan di bawah ekspektasi dan spekulasi kenaikan suku bunga mereda, harga emas berpotensi bergerak naik," ujar Kepala Makro Global Tastylive, Ilya Spivak. Dengan kondisi ini, pergerakan emas Antam dalam beberapa hari ke depan masih terbuka lebar mengikuti arah pasar global.