Bertemu Putin, Prabowo Dorong Percepatan Perdagangan Bebas RI-EAEU

Jumat, 04 September 2026 | 19:39:03 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mendorong Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (Indonesia-EAEU) agar dapat segera diterapkan dan dimanfaatkan oleh para pelaku usaha. Prabowo meminta setiap negara anggota EAEU mempercepat proses internalnya agar pelaksanaan kesepakatan tersebut tidak terhambat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo sewaktu memberikan pidato kunci sebagai Tamu Kehormatan Utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Menurut Prabowo, Indonesia berupaya memperluas kemitraan ekonomi dengan menjalin konektivitas yang lebih erat antara wilayah Eurasia dan Asia Tenggara.

“Indonesia kini mengundang Rusia dan seluruh anggota EAEU untuk membantu memperluas dividen perdamaian tersebut dengan menghubungkan Eurasia secara lebih erat dengan Asia Tenggara,” kata Prabowo.

Ia menerangkan bahwa salah satu instrumen utama untuk memperkuat relasi ekonomi tersebut yaitu FTA Indonesia-EAEU yang resmi ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025.

Kerja sama ini melibatkan Indonesia serta EAEU yang beranggotakan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, bersama Eurasian Economic Commission.

Melalui perjanjian perdagangan bebas ini, Indonesia dan EAEU bersepakat menghapus atau memotong tarif bea masuk terhadap 11.882 pos tarif, atau mencakup lebih dari 90% dari keseluruhan komoditas yang diperdagangkan.

Prabowo menuturkan bahwa Indonesia telah merampungkan proses persetujuan di tingkat parlemen untuk perjanjian ini. Pada Juli 2026, ia pun telah menandatangani peraturan presiden terkait ratifikasinya. Saat ini, pemerintah Indonesia mendorong agar tahapan pelaksanaan perjanjian bisa diselesaikan secepatnya.

“Indonesia ingin perjanjian ini segera berlaku dan digunakan segera setelah pertukaran notifikasi memungkinkan,” tegas Prabowo.

Ia mengimbau negara-negara anggota EAEU menyelesaikan tahapan internal masing-masing sehingga manfaat dari FTA ini dapat langsung dirasakan oleh dunia usaha.

“Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internal masing-masing agar kami dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” ujarnya.

Buka Akses Lima Pasar EAEU

Prabowo menyebutkan FTA Indonesia-EAEU merupakan bagian dari arsitektur perdagangan South-South. Menurut pandangannya, kesepakatan ini bakal membuka akses bagi produsen Indonesia ke lima pasar negara anggota EAEU. Di sisi lain, para produsen kawasan Eurasia memperoleh peluang akses ke pasar Indonesia yang dihuni lebih dari 290 juta konsumen.

“Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses kepada lebih dari 290 juta konsumen Indonesia,” kata Prabowo.

Kendati demikian, Prabowo menilai bahwa adanya kesepakatan ini saja belum cukup. Komitmen tersebut mesti direalisasikan ke dalam bentuk kegiatan perdagangan nyata. Oleh sebab itu, utusan bisnis Indonesia yang hadir di Vladivostok mulai menyiapkan berbagai kebutuhan teknis demi mengeksekusi transaksi perdagangan.

“Delegasi bisnis Indonesia hadir hari ini untuk menyelesaikan pengiriman perdana, menetapkan pembeli, memastikan logistik, dan menyelesaikan pengaturan pembayaran yang sesuai dengan ketentuan sehingga dapat memanfaatkan FTA ini,” ujarnya.

Prabowo turut menggarisbawahi pentingnya kesiapan sektor bisnis sebelum skema penurunan atau penghapusan tarif resmi diberlakukan.

“Saya menginginkan ketika jadwal tarif mulai berlaku, barang, rute, dan kontrak sudah tersedia,” kata Prabowo.

Menurutnya, Eastern Economic Forum tidak boleh sekadar menjadi wadah perbincangan mengenai kerja sama ekonomi. Forum tersebut mesti menghasilkan transaksi dan eksekusi konkret dari kesepakatan perdagangan.

“Forum ini harus menjadi pasar bagi perjanjian tersebut,” tegas Prabowo.

Terkini