JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memandang bahwa masa depan kolaborasi antara Indonesia dan Rusia tidak semestinya hanya bergantung pada sektor perdagangan komoditas.
Berdasarkan pandangannya, jalinan transportasi udara serta pergerakan pelancong sanggup memegang peranan krusial guna memperkuat ikatan sosial antarwarga dari kedua belah pihak.
Poin tersebut diungkapkan oleh Prabowo ketika menyampaikan pidato kuncinya dalam kapasitas sebagai Tamu Kehormatan Utama di ajang Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang bertempat di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada hari Kamis (3/9/2026).
- Baca Juga Target Cukai MBDK 2027 Dipangkas Drastis
Prabowo mengemukakan bahwa pembukaan jalur penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia memiliki peluang besar guna menstimulasi komunikasi antarwarga yang lebih masif.
Para turis asal Rusia bakal lebih lempang dalam melawat ke berbagai lokasi wisata unggulan di Nusantara, sebaliknya para pelancong tanah air dapat menikmati pesona lanskap di kawasan Timur Jauh Rusia.
“Penerbangan langsung akan membawa wisatawan Rusia ke Indonesia dan wisatawan Indonesia menikmati keindahan Timur Jauh Rusia,” kata Prabowo.
Kepala Negara lantas mengutarakan sebuah filosofi yang merefleksikan signifikansi dari tersedianya jalur penghubung udara tersebut.
“Kapal mengangkut barang, pesawat menggerakkan persahabatan," tambahnya.
Di samping itu, menurut pandangan Prabowo, potensi penguatan relasi bilateral Indonesia dan Rusia ke depan masih menyimpan ruang gerak yang jauh lebih masif ketimbang sekadar transaksi ekspor maupun impor semata.
“Kerja sama masa depan kami dapat jauh lebih besar daripada sekadar perdagangan barang,” ujar Prabowo.