Perluas Pasar Non-Captive, ELSA Garap Proyek Seismik di Sumsel

Jumat, 04 September 2026 | 01:28:31 WIB
PT Elnusa Tbk. (ELSA) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Elnusa Tbk. (ELSA) kembali memperlebar jangkauan pasar non-captive usai dipercaya oleh pelanggan di luar Pertamina Group untuk menangani dua proyek Survei Seismik 3D dengan total seluas 150 kilometer persegi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan.

Pekerjaan yang diproyeksikan tuntas pada awal 2027 ini merupakan sambungan dari proyek seismik 3D terdahulu seluas 365 kilometer persegi di area yang berdekatan. Tambahan pengerjaan tersebut membuat akumulasi proyek dari pemesan yang sama kini mencapai sekitar 515 kilometer persegi. 

Kontinuitas ini makin memperkokoh rekam jejak Elnusa di sektor geoscience sekaligus menambah jejaring klien di luar ekosistem Pertamina.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menjelaskan bahwa pengembangan pasar non-captive merupakan bagian dari strategi Elnusa untuk mendiversifikasi sumber pendapatan, mengoptimalkan daya guna aset dan kapabilitas, serta membuka celah pertumbuhan baru. Ia menambahkan bahwa kepercayaan berulang ini membuktikan daya saing perusahaan jasa energi terintegrasi beremiten ELSA tersebut di pasar eksternal.

“Bagi kami, proyek non-captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa. Kepercayaan untuk kembali mengerjakan proyek di area yang berdekatan menunjukkan bahwa teknologi, kompetensi personel, serta kualitas eksekusi yang kami bangun dapat memberikan value bagi pelanggan,” kata Rustam dalam keterangannya, dikutip Jumat (4/9/2026).

Mengenai strategi bisnis, ia menyebut ELSA secara konsisten mentransformasikan keunggulan tersebut menjadi peluang pasar dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Pada pengerjaan Survei Seismik 3D ini, Elnusa mengoptimalkan penggunaan teknologi STRYDE Nimble Seismic System sebagai wujud pembaruan teknologi seismik generasi terkini yang diusung sejak awal 2026.

Sebelumnya, Elnusa telah menginvestasikan 25.000 STRYDE Range+ nodes yang terintegrasi dengan STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Sinergi teknologi ini memberikan fleksibilitas dalam perancangan dan pelaksanaan survei, termasuk memfasilitasi penanganan proyek secara simultan serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya pada akuisisi seismik 2D maupun 3D.

Perangkat nodal tersebut turut menopang akuisisi data seismik berdensitas tinggi, memangkas durasi survei, dan mendongkrak efisiensi operasional. Dimensinya yang praktis dan fleksibel sangat pas dengan kondisi medan lapangan yang terbatas.

Rustam mengungkapkan bahwa tantangan dua proyek di Musi Banyuasin menuntut penyesuaian strategi di lapangan, mengingat area pekerjaan membentang melintasi hutan, lintasan sungai, kawasan pertambangan, hingga pemukiman warga. Oleh sebab itu, Elnusa memastikan prinsip HSSE, kepatuhan regulasi dan perizinan, serta komunikasi intensif dengan pemerintah daerah, warga, dan pemangku kepentingan menjadi pilar di setiap tahapan.

Penguatan lini geoscience ini beriringan dengan langkah ELSA yang menempatkan teknologi dan inovasi sebagai penggerak utama pertumbuhan bisnis. Kapabilitas perseroan didukung pengalaman panjang dalam mengelola proyek seismik onshore maupun offshore dengan skala dan karakteristik yang bervariasi.

Rustam menegaskan bahwa alokasi investasi teknologi bakal terus diarahkan guna memberikan nilai ekonomi yang paling optimal bagi perseroan.

“Ke depan, kami ingin memastikan setiap investasi teknologi dapat menghasilkan nilai ekonomi yang semakin optimal.” Artinya, ujar Rustam, teknologi tidak berhenti sebagai peningkatan kapabilitas, tetapi harus mampu meningkatkan efisiensi, menjawab kebutuhan pelanggan, memperluas pasar, dan pada akhirnya menciptakan nilai jangka panjang bagi Perseroan dan pemegang saham.

Lewat ekspansi pasar non-captive dan modernisasi teknologi seismik, Elnusa berikhtiar membangun basis pelanggan yang kian beragam. Langkah strategis ini melengkapi lini bisnis perseroan di dalam ekosistem Pertamina sekaligus memperkuat keunggulan layanan geoscience.

Terkini