Menhub Tutup 6 Bandara Akibat Erupsi Krakatau

Minggu, 06 September 2026 | 22:01:31 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Perhubungan menutup enam bandara menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik yang berdampak terhadap sejumlah wilayah. Penghentian operasional ini dilakukan lantaran material vulkanik tersebut masih terdeteksi di sekitar kawasan bandara berdasarkan hasil pengujian lapangan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa keenam fasilitas penerbangan yang ditutup mencakup Bandara Radin Inten II Lampung, Soekarno—Hatta Jakarta, Halim Perdanakusuma Jakarta, Pondok Cabe Jakarta, Budiarto Curug Tangerang, serta Husein Sastranegara Bandung. 

Berdasarkan pemantauan mutakhir, sebaran abu masih teridentifikasi secara positif di seluruh titik tersebut, sehingga penutupan diperkirakan berlangsung hingga empat jam ke depan.

“Berdasarkan pemantauan terakhir di mana masih terdeteksi berdasarkan paper test-nya di keenam bandara yang tadi saya sebutkan positif sehingga untuk 4 jam ke depan kami masih melakukan penutupan Bandara Radin Inten, kemudian Soekarno—Hatta, Halim Perdanakusuma, Budiarto, Pondok Cabe, dan Husein Sastranegara,” ungkap Dudy saat menyampaikan keterangan pers terkait dinamika pascaerupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu, 6 September 2026.

Sebelumnya, instansi berwenang telah menghentikan operasional lima bandara pada sesi pagi. Kebijakan tersebut kemudian diperluas setelah fasilitas penerbangan di Bandung turut terindikasi terpapar material abu vulkanik. 

Dudy menjelaskan bahwa langkah mitigasi ini diambil berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang diperkuat melalui uji sampel langsung di lapangan.

“Berdasarkan informasi yang kami peroleh dengan melakukan tes, pukul 12.00 untuk Bandara Husein Sastranegara di Bandung terindikasikan bahwa sudah terdampak sehingga pada pukul 12.00 Bandara Husein Sastranegara di Bandung kami nyatakan ditutup untuk penerbangan,” imbuhnya.

Guna memastikan aspek keselamatan tetap terjaga, kementerian terkait terus memperkuat koordinasi bersama BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, AirNav Indonesia, pengelola bandara, serta maskapai penerbangan. 

Pihak otoritas juga mengimbau seluruh operator penerbangan agar senantiasa mengutamakan faktor keamanan dan tidak memaksakan keberangkatan apabila situasi cuaca belum memadai.

Alternatif Rute Melalui Kertajati dan Juanda

Sebagai langkah antisipasi terhadap penutupan operasional di enam titik utama, pemerintah telah menyiapkan sejumlah bandara alternatif guna melayani arus penerbangan yang terdampak, di antaranya Kertajati, Ahmad Yani, serta Juanda. 

Sejumlah penerbangan internasional jarak jauh dilaporkan telah dialihkan penempatannya demi kelancaran operasional.

“Ada dua nanti flight [Garuda] diperkirakan mungkin 1 jam lagi itu akan mendarat di Kertajati. Nah ini kami juga tawarkan kepada airlines yang lain apabila memungkinkan untuk dilakukan penerbangan di luar bandara-bandara yang terdampak,” jelasnya.

Meski demikian, dinamika arah angin serta pergerakan sebaran abu vulkanik terpantau sangat fluktuatif, sehingga maskapai tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. 

Pemerintah pusat turut menawarkan bandara pendukung di Jawa Barat dan Jawa Timur sebagai solusi operasional bagi penerbangan yang berasal dari luar wilayah maupun jalur internasional.

“Kami menyiapkan alternatif seperti Kertajati dan juga Bandara Surabaya Juanda. Jadi ada beberapa bandara di Jawa yang kami persiapkan sebagai alternatif untuk dilakukan pendaratan dari luar Jawa maupun internasional,” pungkasnya.

Terkini