Tantangan Geografis Literasi Penjaminan Simpanan Gen Z

Minggu, 06 September 2026 | 00:10:32 WIB
Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution. (Foto: NET)

JAKARTA — Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membeberkan beberapa tantangan terbesar dalam meningkatkan literasi penjaminan simpanan untuk generasi muda. 

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution mengatakan tantangan pertama adalah mengenai geografis atau menjangkau generasi muda secara efektif. Hal ini pula yang menjadi salah satu alasan LPS menggelar literasi finansial di berbagai daerah.

Menurutnya, meski akses teknologi dan layanan digital semakin mudah, generasi muda lebih banyak mengonsumsi informasi melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

“Nah ini makanya kami lebih sering dengan cara offline begini, kami padukan juga dengan online, mereka jadi ketemu, karena mereka mungkin tahu, tapi mereka tidak tahu lebih dalam lagi gitu,” ujarnya kepada wartawan dalam Lampung Financial Festival di Bandar Lampung, Minggu (6/9/2026).

Padahal, lanjutnya, tingkat inklusi keuangan Indonesia berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 telah mencapai 93,61%. Artinya, masyarakat sudah terlibat dengan membuka rekening. Namun demikian, tingkat literasi terhadap sistem keuangan masih rendah.

Lebih lanjut, Farid berujar salah satu target utama dari literasi finansial adalah meningkatkan jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening dengan tujuan menambah sekitar 2 juta pemilik rekening baru setiap tahunnya.

“Yang kedua, sebaliknya, orang-orang sudah punya rekening, tapi enggak aktif, kami minta supaya itu dikendalikan, karena itu bisa dipakai untuk hal-hal yang tidak baik. Nah, yang ketiga adalah peningkatan soal literasi,” jelasnya.

Lebih jauh, dia turut mengimbau bagi masyarakat yang memiliki rekening dormant dan memang sudah tidak lagi digunakan sebaiknya ditutup saja. 

Sebagai informasi, LPS menggelar Lampung Financial Festival 2026 selama dua hari pada 5-6 September 2026. Acara ini merupakan upaya LPS untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai keuangan dan penjaminan simpanan.

Adapun, Lampung dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan festival karena tingkat literasi penjaminan simpanan masyarakatnya masih berada di bawah rata-rata nasional yang 62,51%. Di Lampung, tingkat literasi keuangan dan penjaminan simpanan tercatat sebesar 58,8%.

Terkini