Ekspansi Kredit Dongkrak Kinerja NII Sejumlah Bank Digital

Minggu, 06 September 2026 | 00:18:31 WIB
PT Krom Bank Indonesia Tbk. (Foto: NET)

JAKARTA - Sejumlah bank digital di tanah air terpantau masih sanggup menorehkan kenaikan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) hingga periode Juli 2026. 

Capaian positif ini utamanya didorong oleh ekspansi kredit, kendati pihak perbankan tetap harus menghadapi berbagai tantangan dalam mengelola biaya dana, tingkat likuiditas, kualitas aset, serta profitabilitas secara keseluruhan.

PT Krom Bank Indonesia Tbk menjadi salah satu pemain digital yang membukukan lonjakan NII secara signifikan. 

Sampai dengan Juli 2026, Krom Bank mencatatkan Pendapatan (Beban) Bunga Bersih senilai Rp 1,60 triliun, yang menunjukkan pertumbuhan hingga 79% secara tahunan (year on year/yoy) apabila dibandingkan perolehan pada Juli 2025 yang berada di angka Rp 897,77 miliar.

Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan menyatakan bahwa kenaikan NII tersebut erat kaitannya dengan langkah ekspansi penyaluran pembiayaan yang terus melaju agresif. 

"Pertumbuhan NII tersebut dipengaruhi oleh ekspansi penyaluran kredit Bank yang bergerak terus tumbuh agresif," ujar Anton, Selasa (1/9/2026).

Pada bulan Juli 2026, total kredit yang disalurkan Krom Bank menyentuh angka Rp 11,29 triliun atau mengalami eskalasi sebesar 53% apabila dikomparasikan dengan periode serupa tahun lalu yang mencatatkan Rp 7,36 triliun. 

Sektor penghimpunan dana turut menunjukkan tren menanjak, di mana dana pihak ketiga (DPK) Krom Bank berhasil menembus Rp 12,66 triliun atau meroket 111% secara tahunan dari posisi Rp 6 triliun pada Juli 2025.

Lebih lanjut, Anton menuturkan bahwa pihak bank bakal terus mencermati efisiensi biaya dana tatkala merumuskan strategi suku bunga pinjaman, sekaligus berupaya memperbesar porsi dana murah melalui produk current account savings account (CASA). 

"Dalam penentuan suku bunga kredit, Krom Bank akan memperkuat efisiensi biaya dana (Cost of Fund) dan meningkatkan porsi dana murah (CASA). Strategi ini diambil agar Krom Bank tidak perlu menaikkan suku bunga kredit secara agresif," tuturnya.

Kinerja positif serupa turut dicatatkan oleh PT Allo Bank Indonesia Tbk. Berdasarkan laporan keuangan yang ada, NII Allo Bank mencapai angka Rp 917,11 miliar atau terkerek naik 14,84% yoy dari catatan sebelumnya sebesar Rp 798,64 miliar pada Juli 2025, yang sejalan dengan ekspansi penyaluran kredit hingga menyentuh Rp 9,50 triliun atau tumbuh sekitar 26,7% yoy

Kendati demikian, pertumbuhan pembiayaan tersebut belum diiringi kenaikan pada sisi DPK yang justru terkoreksi 5,48% yoy menjadi Rp 6,06 triliun.

Digital Strategy Head Allo Bank Desty D. Pradityo mengungkapkan bahwa pendapatan bunga bank masih memperlihatkan tren yang baik berkat sokongan portofolio kredit serta tingginya keaktifan nasabah pada bermacam fasilitas pembiayaan. 

"Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh ekspansi bisnis pada segmen-segmen yang memiliki demand yang baik, disertai dengan pengelolaan portofolio yang semakin terukur dan berbasis risiko," ucap Desty, Selasa (1/9/2026). 

Ia juga menegaskan bahwa bank senantiasa memastikan setiap pertumbuhan kredit mampu menghasilkan risk-adjusted return yang sehat demi menyokong pendapatan jangka panjang.

Sementara itu, PT Bank Amar Indonesia Tbk membukukan NII sebesar Rp 918,14 miliar atau tumbuh 21,45% yoy, seiring dengan penyaluran kredit yang mencapai Rp 4,99 triliun serta perolehan DPK sebesar Rp 2,64 triliun pada Juli 2026. 

Di sisi lain, PT Bank Jago Tbk turut melaporkan perolehan NII senilai Rp 1,76 triliun atau meningkat 29,23% yoy, didukung oleh ekspansi kredit yang menyentuh angka Rp 26,51 triliun serta penghimpunan DPK yang tumbuh hingga Rp 28,11 triliun pada periode yang sama.

Terkini