Semester I/2026, Penyaluran Kredit BNGA Capai Rp247,2 Triliun

Senin, 07 September 2026 | 21:42:24 WIB
Pegawai melayani nasabah di kantor cabang CIMB Niaga [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) membukukan laju pertumbuhan bisnis yang terukur sepanjang semester I/2026. Penyaluran kredit beserta pembiayaan perseroan naik 6,6% secara tahunan (year on year/YoY) hingga menyentuh Rp247,2 triliun, seirama dengan penguatan penghimpunan dana murah atau current account and savings account (CASA).

Menilik laporan kinerja keuangan separuh pertama 2026, CIMB Niaga berhasil mengamankan CASA di angka Rp193,1 triliun alias melesat 6,9% (YoY). Di saat bersamaan, raihan laba sebelum pajak konsolidasian menembus Rp4,3 triliun.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga Lani Darmawan menyampaikan bahwa pertumbuhan ini dipacu oleh eksekusi strategi yang disiplin, utamanya dalam menggenjot penyaluran kredit berkualitas serta memperkokoh porsi penghimpunan dana murah.

“Pendapatan operasional [revenue] dan laba operasional sebelum pencadangan [pre-provision operating profit] masing-masing tumbuh 6,8% [YoY] dan 6,5% [YoY],” ujar Lani dalam keterangan, Senin (7/9/2026).

Lani mengimbuhkan, naiknya kontribusi pendapatan nonbunga turut membantu menutupi penurunan pada pos pendapatan bunga bersih.

Dilihat dari aspek kualitas portofolio aset, CIMB Niaga mencatatkan tren perbaikan rasio kredit bermasalah (gross non-performing loan/NPL) menjadi 1,83%. Perseroan juga makin mempertebal porsi pencadangan untuk entitas anak multifinance agar selaras dengan regulasi regulator.

Secara akumulatif, total aset konsolidasian CIMB Niaga hingga posisi 30 Juni 2026 berdiri di tingkat Rp382 triliun, atau menguat 6,7% (YoY). Sementara itu, raihan Dana Pihak Ketiga (DPK) merangkak 2,8% (YoY) menuju Rp269,3 triliun, dengan rasio CASA mendominasi hingga 71,7%.

Berdasarkan perincian segmen bisnis, lonjakan kredit paling signifikan bersumber dari lini perbankan korporasi yang melonjak 13,8% (YoY). Adapun segmen kredit komersial terangkat 4,6%, lini usaha kecil menengah (UKM) tumbuh 2,9%, dan sektor perbankan konsumer naik tipis 0,1%. Pertumbuhan pembiayaan ritel ini disokong pula oleh segmen Kredit Pemilikan Mobil (KPM) yang terkerek 4,7% (YoY).

Pada lini bisnis syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga membukukan total penyaluran pembiayaan sebesar Rp54 triliun dan himpunan DPK senilai Rp50,9 triliun per 30 Juni 2026. Hasil ini menegaskan posisi CIMB Niaga Syariah sebagai UUS berkapasitas terbesar di Indonesia.

Tak sekadar memperkuat kinerja pembiayaan, CIMB Niaga juga giat memoles lini layanan digital. Lebih dari 90% aktivitas transaksi nasabah kini telah berpindah melalui saluran digital seperti OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Hingga akhir Juni 2026, perseroan telah mengoperasikan jaringan sebanyak 38 Digital Branch serta 28 Digital Hub.

Tingginya penetrasi kanal digital turut mengerek aktivitas transaksi investasi via OCTO. Sepanjang semester I/2026, volume transaksi produk reksa dana melesat 48% (YoY), sedangkan aktivitas transaksi instrumen obligasi melonjak hingga 112% (YoY).

Lani menegaskan bahwa CIMB Niaga akan terus mengakselerasi peta jalan strategi Forward30, dengan memprioritaskan pertumbuhan ekspansi kredit yang sehat, penguatan porsi CASA, diversifikasi kanal pendapatan, serta optimalisasi layanan wealth management, transaction banking, hingga ekosistem digital.

Terkini