Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Cirebon, Warga Diimbau Waspada

Senin, 07 September 2026 | 00:38:03 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni. (Foto: NET)

JAKARTA — Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Warga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang memadai jika harus beraktivitas di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Eni Suhaeni mengatakan abu vulkanik mengandung partikel sangat halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan ketika terhirup. Paparan tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, mata, dan kulit.

“Abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada sistem pernapasan, mata dan kulit. Karena itu masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Eni, Senin (7/9/2026).

Menurut Eni, gangguan yang dapat muncul akibat paparan abu vulkanik antara lain iritasi hidung dan saluran pernapasan, batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Partikel abu yang mengenai mata juga berpotensi menyebabkan iritasi dengan gejala berupa mata merah dan berair. 

Risiko tersebut perlu mendapat perhatian lebih, terutama bagi masyarakat yang telah memiliki gangguan pernapasan. Paparan partikel abu dapat memperburuk keluhan yang sebelumnya sudah dialami.

“Partikel abu yang berukuran sangat kecil dapat terhirup dan masuk ke saluran napas. Bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, kondisi ini perlu diwaspadai karena bisa memperburuk keluhan yang sudah ada,” katanya.

Selain saluran pernapasan dan mata, paparan abu vulkanik juga dapat berdampak pada kulit. Kontak dengan material tersebut dapat menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Gesekan antara partikel abu dan kulit juga berisiko menyebabkan luka yang kemudian dapat mengalami infeksi.

Karena itu, Dinkes Kabupaten Cirebon meminta warga di wilayah yang terdampak sebaran abu untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Apabila aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat diminta memakai masker yang dapat menyaring partikel halus serta menggunakan pelindung mata.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala kesehatan yang berat. Warga yang mengalami sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan, kejang, atau penurunan kesadaran diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan.

“Apabila mengalami sesak napas berat, nyeri dada, gangguan penglihatan, kejang atau penurunan kesadaran, segera datang ke puskesmas, klinik maupun rumah sakit untuk mendapatkan penanganan,” kata Eni.

Pemerintah Kabupaten Cirebon juga menyiapkan surat edaran bupati mengenai kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat terhadap dampak erupsi serta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Sesegera mungkin, kami akan buatkan SE Bupati tentang kesiapsiagaan dan perlindungan masyarakat Kabupaten Cirebon terhadap dampak erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” ujar Eni.

Terkini