Jaga Kebugaran Lewat Latihan Kekuatan dan Pembentukan Massa Otot

Senin, 07 September 2026 | 04:37:32 WIB
Latihan Massa Otot [FOTO: NET].

JAKARTA - Upaya menjaga kebugaran tubuh kini tidak lagi sekadar berfokus pada target pencapaian bentuk tubuh yang ramping. Komposisi massa serta kekuatan otot kian mendulang perhatian utama lantaran terbukti memegang peranan vital dalam merawat fungsi pergerakan, keseimbangan fisik, regulasi metabolisme, hingga tingkat kemandirian seseorang seiring dengan bertambahnya usia.

Dokter Spesialis Gizi Klinik, Angela Dalimarta, dari CellScience mengungkapkan bahwa pergeseran orientasi tujuan berolahraga tersebut memegang urgensi tinggi demi menjamin kualitas hidup yang prima. Aspek kekuatan otot, menurutnya, sudah sepatutnya diposisikan sebagai salah satu target utama dalam program kebugaran.

"Masyarakat sering berfokus pada penurunan berat badan, padahal menjaga kekuatan otot dan kemampuan tubuh untuk pulih juga merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas hidup seiring bertambahnya usia," kata Angela.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa kuantitas massa otot secara alamiah akan mengalami penyusutan seiring bertambahnya usia, di mana proses penurunan tersebut dapat berlangsung jauh lebih cepat manakala seseorang mengabaikan aktivitas fisik yang memadai. Kondisi penyusutan jaringan otot ini berpotensi memberikan dampak buruk terhadap tingkat kekuatan fisik, keseimbangan tubuh, sistem metabolisme, kesehatan struktur tulang, serta kapasitas seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization / WHO) memperkirakan bahwa hampir mencapai sepertiga dari total populasi penduduk dewasa di seluruh belahan dunia, atau setara dengan kisaran angka 1,8 miliar jiwa, tidak menjalani rutinitas aktivitas fisik dengan takaran yang mencukupi.

Minimnya tingkat aktivitas fisik tersebut tidak hanya mendongkrak ancaman risiko kemunculan ragam penyakit kronis, melainkan turut mempercepat laju penurunan fungsi fisik tubuh. Oleh sebab itu, metode latihan kekuatan kini semakin dipandang sebagai komponen esensial yang tidak terpisahkan dalam upaya memelihara kebugaran jasmani.

American College of Sports Medicine (ACSM) menyebutkan bahwa rutinitas melakukan latihan kekuatan secara konsisten terbukti ampuh membantu mempertahankan cadangan massa otot, menjaga kestabilan fungsi fisik, sekaligus menunjang proses penuaan tubuh yang sehat (healthy aging).

Agenda membangun massa otot sendiri tidak serta-merta diartikan sebagai ambisi mengejar bentuk tubuh yang besar atau kekar, melainkan ditujukan untuk mewujudkan proporsi komposisi seimbang antara jaringan otot dan lemak yang sehat. 

Ragam variasi latihan kekuatan dapat dieksekusi menggunakan media beban tambahan, mesin kebugaran, tali resistensi (resistance band), ataupun sekadar memanfaatkan berat beban tubuh mandiri, yang idealnya dimulai dari tingkat intensitas ringan sesuai kapasitas fisik lalu ditingkatkan secara bertahap.

Program latihan kekuatan ini dapat dikombinasikan secara selaras bersama menu latihan kardio serta peningkatan fleksibilitas mobilitas fisik, yang tentunya perlu disokong oleh asupan nutrisi seimbang serta waktu pemulihan (recovery) yang cukup demi menjaga stabilitas massa otot.

Aktivitas olahraga kini semakin diarahkan pada pencapaian tujuan fungsional kesehatan tubuh secara menyeluruh, alih-alih semata-mata berorientasi pada aspek penampilan visual luar semata. Founder Bodyform, Stefanny Tam, berpandangan bahwa kegiatan berolahraga sudah sepatutnya diposisikan sebagai bagian integral dari ikhtiar mempertahankan fungsi optimal organ tubuh dalam jangka panjang.

Menurutnya, proses membangun kekuatan fisik merupakan bentuk investasi jangka panjang yang sangat berharga demi menjamin kualitas hidup yang optimal di masa depan tatkala usia semakin senja.

“Berolahraga bukan hanya tentang bagaimana kami terlihat hari ini, tetapi tentang bagaimana kami dapat bergerak, berfungsi, dan menikmati hidup dengan lebih baik dalam puluhan tahun ke depan. Membangun kekuatan adalah investasi bagi kualitas hidup jangka panjang,” jelas Stefanny.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:49:02 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:01 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:31 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:02 WIB