Rahasia Memilih Warna Pakaian dan Makeup yang Pas untuk Olive Skin

Senin, 07 September 2026 | 04:53:02 WIB
Ilustrasi Tipe Wajah Olive Skin [FOTO: NET].

JAKARTA - Pernahkah kami merasa bahwa pilihan warna baju yang tampak begitu menawan saat dikenakan oleh orang lain justru malah menjadikan wajah terlihat kusam ketika dipakai sendiri? Pengalaman serupa pun kerap kali dirasakan tatkala seseorang sedang menentukan pilihan warna produk makeup.

Beragam pengalaman semacam itu lantas mendorong sebagian kalangan untuk berupaya mengenali karakteristik dasar warna kulit mereka secara lebih mendalam demi memudahkan proses pemilihan busana maupun riasan wajah yang paling selaras.

Salah satu sebutan istilah yang belakangan ini kerap ramai diperbincangkan adalah olive skin, utamanya manakala permukaan kulit seseorang tampak memancarkan nuansa kehijauan atau terlihat cenderung desaturated.

Kendati demikian, tampilan visual permukaan kulit yang tampak berona olive tersebut ternyata tidak bisa dijadikan sebagai satu-satunya acuan tunggal dalam menentukan palet warna yang tepat. 

Terdapat sejumlah aspek penting lain yang wajib diperhatikan secara cermat agar pakaian serta makeup yang diaplikasikan mampu menciptakan harmoni yang menyatu sempurna dengan complexion wajah.

Kenali Olive Overtone dan Undertone

Konsultan analisis warna sekaligus pemilik jasa konsultan kecantikan Tint & Tones, Jessica Kelly, mengungkapkan bahwa penampakan visual kulit yang berona olive sejatinya bisa dijumpai pada individu dengan kelompok warm, cool, maupun neutral undertone sekalipun.

Kelly menjelaskan bahwa warna yang paling flattering tidak hanya ditentukan oleh undertone atau warna kulit yang terlihat di permukaan.

"Ya, tentu bisa berbeda. Warna yang paling flattering tidak hanya ditentukan oleh undertone atau warna kulit yang terlihat di permukaan, tetapi juga oleh tiga karakteristik utama dalam colour analysis, hue (warm–cool), value (light–dark), dan chroma (muted–vivid)," kata Kelly saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/9/2026).

Menurut pandangannya, dua orang yang kebetulan sama-sama memiliki tampilan fisik kulit berona olive belum tentu membutuhkan kelompok palet warna yang serupa. Lensa kamera pun tidak selamanya dapat diandalkan untuk mendeteksi keberadaan undertone secara akurat.

"Hal lain yang penting diperhatikan adalah kamera lebih mudah menangkap surface colouring atau overtone, bukan menentukan undertone secara akurat," ujarnya.

Oleh sebab itu, tampilan penampakan permukaan kulit yang sepintas terlihat olive sebaiknya tidak serta-merta langsung diidentifikasikan sebagai pemilik undertone olive sejati.

Cara Pilih Baju dan Kosmetik untuk Kulit yang Terlihat Olive

Cara Pilih Baju Olive Skin

Prosedur pemilihan warna pakaian tidak cukup hanya disandarkan pada label keterangan jenis "olive skin" semata. Menurut Kelly, efek visual yang ditimbulkan oleh suatu warna dapat menghasilkan perbedaan yang signifikan pada tiap-tiap orang.

"Tidak ada satu warna yang secara universal kurang cocok untuk semua orang dengan kulit yang terlihat olive. Sama seperti tidak semua orang dengan cool undertone akan cocok dengan warna yang sama," jelasnya.

Di dalam metode colour analysis, penentuan spektrum warna wajib mempertimbangkan tiga unsur utama yakni hue, value, dan chroma. Tingkat intensitas ataupun derajat saturasi warna juga memegang peranan krusial lantaran kategori warna vivid maupun muted terbukti mampu memancarkan efek yang berlainan terhadap complexion seseorang.

Kategori warna vivid merepresentasikan jenis warna yang sangat cerah, mencolok, serta memiliki tingkat saturasi dan kontras tinggi sehingga tampak begitu hidup serta mampu mencuri perhatian. Sebaliknya, kategori warna muted adalah ragam warna yang memiliki tingkat saturasi atau intensitas rendah (tidak mencolok atau tidak vibrant) sehingga terkesan jauh lebih lembut, redup, atau memantulkan sedikit rona keabu-abuan.

"Tingkat saturasi atau intensitas warna sangat berpengaruh, tetapi prinsip ini sebenarnya berlaku pada semua skin colouring, bukan hanya kulit yang terlihat olive," tutur Kelly.

"Warna yang sangat vivid dan warna yang sangat muted dapat memberikan efek yang berbeda pada complexion, begitu pula warna yang light dan deep," lanjutnya.

Dengan demikian, kondisi kulit yang tampak desaturated tidak serta-merta mewajibkan seseorang untuk selalu mengenakan pakaian dengan pilihan warna-warna yang muted.

"Jadi, tampilan kulit yang terlihat desaturated tidak otomatis berarti seseorang harus menggunakan warna-warna muted. Kami tetap perlu melihat bagaimana ketiga faktor tersebut berinteraksi dengan complexion secara keseluruhan," terangnya.

Cara Pilih Makeup untuk Kulit yang Terlihat Olive

Penerapan prinsip colour analysis ternyata juga sangat efektif diaplikasikan dalam ranah pemilihan produk makeup, mulai dari tahapan pemakaian foundation hingga pulasan lipstik.

"Olive overtone, sama seperti skin tone lainnya, bisa mendapatkan banyak manfaat dari colour analysis karena penerapannya tidak berhenti pada warna pakaian saja, tetapi juga bisa membantu dalam pemilihan foundation, concealer, blush, lipstick, eyeshadow, hair colour, hingga contact lenses," papar Kelly.

"Untuk foundation, penting untuk mempertimbangkan depth serta surface colouring agar warnanya dapat menyatu dengan kulit," lanjutnya.

Sementara itu, penentuan ragam warna untuk produk blush dan lipstik pun tidak bisa dipukul rata begitu saja.

"Untuk decorative makeup seperti blush dan lipstick, pilihan warna yang paling harmonis kembali bergantung pada karakteristik hue, value, dan chroma masing-masing individu," ujar Kelly.

Oleh karena itu, tidak ada satu pun shade warna spesifik yang secara otomatis bakal menjadikan seluruh jenis kulit berona olive tampak terlalu menguning, keabu-abuan, ataupun terlampau kehijauan.

"Efek warna tetap sangat individual," pungkasnya.

Jangan Hanya Mengandalkan Tampilan Kulit

Kelly memberikan saran agar proses pemilihan warna busana maupun produk riasan wajah tidak semata-mata berpijak pada penampakan visual permukaan kulit luar saja. Efek visual warna tersebut sebaiknya diamati secara langsung pada keseluruhan area wajah guna memastikan apakah complexion kulit justru tampak jauh lebih sehat dan harmonis.

"Bedakan antara surface colouring atau overtone yang terlihat pada kulit dengan undertone. Saat mencoba pakaian atau makeup, perhatikan efek warna tersebut pada keseluruhan wajah dan apakah complexion terlihat lebih sehat dan harmonis," kata Kelly.

Menurutnya, penentuan warna personal (personal colour) yang paling akurat dapat ditempuh melalui rangkaian proses draping secara langsung.

"Kami tetap kembali ke proses draping, dengan membandingkan hue, value, dan chroma secara langsung untuk melihat karakteristik warna mana yang paling harmonis pada masing-masing individu," tuturnya.

Terkini

Raphinha Kapten Baru Barca, Ukir Sejarah Pemain Brasil

Senin, 07 September 2026 | 05:49:02 WIB

Carrick Soroti PR Besar MU Usai Imbang Lawan Everton

Senin, 07 September 2026 | 05:46:01 WIB

Samsung Galaxy S26 FE Rilis di Indonesia, Harga Rp11 Jutaan

Senin, 07 September 2026 | 05:41:31 WIB

FFI Panggil 16 Pemain Futsal Putri untuk Laga Lawan Rusia

Senin, 07 September 2026 | 05:38:02 WIB