Kemenekraf Minta AI Digunakan dengan Pendekatan Human-Centric

Selasa, 08 September 2026 | 19:22:31 WIB
Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong penggunaan kecerdasan artifisial (AI) berbasis pendekatan human-centric demi menjamin manusia senantiasa menjadi poros utama pada alur penciptaan karya kreatif.

Direktur Kreativitas Teknologi Kementerian Ekraf Dandy Yudha Feryawan mengutarakan bahwa kemunculan AI tidak serta-merta menyingkirkan kontribusi manusia dalam mencetuskan karya. Menurut pandangannya, perlu dipisahkan secara tegas antara karya yang dirancang menggunakan bantuan AI (AI-assisted) dengan karya yang seutuhnya diproduksi oleh AI (AI-generated).

“Penggunaan AI sebagai alat bantu tidak otomatis membuat sebuah karya kehilangan orisinalitas. Sebaliknya, hal yang perlu diperhatikan adalah sejauh mana manusia memberikan kontribusi kreatif dan memiliki kendali atas hasil akhirnya. AI bisa menghasilkan sesuatu, tetapi manusia yang menentukan apa yang paling berarti dari karya itu,” ujar Dandy dalam keterangan yang diterima, Selasa (8/9/2026).

Bagi Dandy, peneratan konsep human-centric kian krusial seiring meluasnya pemanfaatan teknologi AI di 21 subsektor ekonomi kreatif. Pihak pemerintah wajib menjamin ekspansi teknologi tetap berjalan selaras dengan upaya perlindungan atas kreativitas maupun hak para kreator.

Dalam lanskap hak cipta, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 merumuskan pencipta sebagai individu atau kelompok yang baik secara mandiri maupun bersama-sama melahirkan ciptaan yang berkarakter khas serta personal.

Atas dasar itu, sumbangsih manusia menjadi elemen vital untuk menentukan identitas dan keaslian suatu karya. Bentuk sumbangsih tersebut dapat berupa gagasan, preferensi, ekspresi, rekam jejak pengalaman, hingga tolok ukur dalam mengambil keputusan saat mengurasi luaran yang dihasilkan lewat AI.

Dandy pun menekankan sederet kendala yang mengemuka seiring masifnya kemajuan AI, meliputi pemanfaatan karya sebagai bahan data latih (training data), kepemilikan hak cipta, sampai tingkat traceability atau kemampuan melacak keterlibatan manusia dalam alur penciptaan.

“Hal ini menjadi semakin penting ketika AI membuat proses produksi konten menjadi jauh lebih mudah serta cepat. Saat kemampuan teknis untuk menghasilkan karya mudah diakses, nilai manusia justru semakin terletak pada ide, perspektif, pengalaman, selera, konteks, dan kemampuan melakukan kurasi,” katanya.

Ia menilai, pemerintah beserta seluruh elemen ekosistem ekonomi kreatif mesti merumuskan titik temu yang seimbang antara memacu inovasi teknologi dan menjamin kepastian serta perlindungan bagi para kreator.

Untuk itu, Kementerian Ekraf mengarahkan orientasi pemanfaatan teknologi lewat prinsip creating with AI. Pada skema ini, AI difungsikan sebagai instrumen untuk memperluas jangkauan kemampuan manusia dalam bereksperimen dan berkarya, bukannya menggeser posisi manusia sebagai inti alur kreatif.

Menerapkan pendekatan tersebut, kehadiran AI diharapkan sanggup menguatkan produktivitas dan ruang eksplorasi kreator dengan tetap mempertahankan substansi ide, makna, nilai, serta karakter manusia di tiap karya.

Terkini

Cek NIK Desil Berapa dan Penerima BLT Kesra Rp900.000 Lewat HP

Selasa, 08 September 2026 | 21:22:32 WIB

Cek 6 Bansos Cair September 2026, Penyaluran Tembus 80 Persen

Selasa, 08 September 2026 | 21:18:01 WIB

Daftar Bansos Cair September 2026 dan Cara Cek Penerimanya

Selasa, 08 September 2026 | 21:11:31 WIB

Ibas Ajak Anak Muda Kritis Hadapi Pengaruh AI dan Algoritma

Selasa, 08 September 2026 | 21:06:31 WIB

Pindah BPJS Mandiri ke PBI Gratis: Cek Desil dan Syaratnya

Selasa, 08 September 2026 | 21:03:02 WIB