Pemerintah Perpanjang Bantuan Beras Hingga Desember 2026

Selasa, 08 September 2026 | 21:30:33 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah melanjutkan bantuan pangan beras hingga Desember 2026 sebagai bagian dari langkah menghadapi potensi El Niño dan dampak erupsi sejumlah gunung berapi yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan distribusi logistik.

Keputusan tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah pejabat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Pemerintah menyiapkan sejumlah program bantuan untuk mengantisipasi tekanan terhadap masyarakat akibat El Nino. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu program yang dilanjutkan adalah bantuan pangan berupa beras. Bantuan yang sebelumnya berjalan hingga September 2026 akan diperpanjang selama tiga bulan hingga akhir tahun.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya, yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga, Senin (7/9/2026).

Menurut Airlangga, pemerintah membahas kesiapan menghadapi potensi El Niño sekaligus program bantuan yang disiapkan sepanjang tahun ini.

“Tadi kami bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Niño dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujarnya.

Persiapan menghadapi El Niño berlangsung bersamaan dengan munculnya gangguan akibat erupsi lima hingga enam gunung berapi di Indonesia. Pemerintah mulai mencermati dampaknya terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian di sejumlah wilayah.

Airlangga mengatakan aktivitas masyarakat di daerah terdampak mengalami penurunan. Pemerintah masih mengidentifikasi program dan sektor yang terkena dampak di sejumlah provinsi.

“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” jelas Airlangga.

Menurutnya, pemerintah juga terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik sejumlah gunung yang telah mengganggu kegiatan masyarakat.

“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” lanjutnya.

Gangguan akibat erupsi juga merembet ke sektor logistik, terutama angkutan udara. Aktivitas penerbangan berkaitan langsung dengan pergerakan barang melalui layanan kargo.

“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” jelas Airlangga.

Pemerintah masih menghitung durasi penutupan maupun pembatasan penerbangan akibat aktivitas vulkanik tersebut. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan dampaknya terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah menjalankan antisipasi secara bersamaan terhadap potensi El Nino dan dampak erupsi gunung. Perpanjangan bantuan beras hingga Desember menjadi salah satu program yang dipertahankan untuk menopang masyarakat menghadapi risiko tersebut.

Terkini

Cara Membuat Tempe Bacem Rumahan yang Praktis dan Lezat

Selasa, 08 September 2026 | 00:34:32 WIB

Perkuat Integrasi, Gojek dan KAI Tata Area Stasiun Bogor

Selasa, 08 September 2026 | 00:24:32 WIB

Tur Arirang di LA Cetak Rekor, BTS Sedot 1,92 Juta Penonton

Selasa, 08 September 2026 | 00:18:02 WIB

Manfaatkan Spektrum Baru, TOWR Bidik Pertumbuhan Pendapatan

Selasa, 08 September 2026 | 23:38:32 WIB