Perkuat Literasi Zakat, Baznas Sasaran Generasi Muda Indonesia

Selasa, 08 September 2026 | 21:34:02 WIB
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan. (Foto: NET)

JAKARTA — Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan memaparkan urgensi penguatan pemahaman filantropi Islam kontemporer, utamanya di kalangan kaum muda, demi mendongkrak budaya zakat, infak, serta sedekah lintas generasi.

Rizaludin menuturkan bahwa penguatan literasi filantropi Islam ini mendesak karena masih dijumpai anomali antara tingkat pemahaman dan aksi nyata masyarakat dalam menunaikan zakat. Temuan tersebut nampak jelas lewat riset Indeks Literasi Zakat yang rutin dihelat oleh Baznas.

"Dari riset Baznas sejak 2020, 2022, dan 2024, ada masalah yang cukup krusial, yaitu adanya gap antara pengetahuan dan perilaku orang membayar zakat. Gap antara pengetahuan dan perilaku inilah yang bisa diukur," katanya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Rizaludin menambahkan, disparitas tersebut patut disoroti mengingat angka warga yang menunaikan kewajiban zakat masih terbilang kecil jika disandingkan dengan total potensi zakat nasional di Indonesia.

"Saya mendapatkan eksperimen sosial di kalangan anak-anak Generasi Z dengan bertanya tentang perbedaan zakat, infak, dan sedekah. Banyak di antara mereka yang tidak tahu. Bagaimana praktik membayar zakat fitrah, bagaimana zakat mal dihitung, banyak hal yang ternyata tidak mereka ketahui. Itu menjadi kekhawatiran saya sendiri," ujarnya.

Bertolak dari situasi tersebut, Rizaludin memandang bahwa pendidikan filantropi Islam krusial untuk ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, edukasi itu pun wajib mencakup pemahaman mendalam seputar nilai, esensi, hakikat, implikasi, serta faedah zakat agar wawasan yang terserap mampu memicu transformasi perilaku.

Ia turut menyarankan supaya kurikulum pendidikan filantropi Islam didukung lewat simulasi langsung, contohnya manasik zakat serta program ekstrakurikuler bertema filantropi Islam.

Lebih lanjut, Rizaludin mengungkapkan bahwa akselerasi literasi filantropi Islam ini turut menjadi pilar dari strategi yang dirintisnya di lingkungan Baznas melalui penerapan pendekatan berbasis nilai (value-driven) dalam tata kelola zakat.

"Basisnya adalah value, bagaimana memahami filantropi Islam menjadi sebuah amal saleh yang nyata bagi kebangkitan umat Islam," tutur Rizaludin Kurniawan.

Terkini

Cara Membuat Soto Betawi Kuah Santan yang Lezat dan Gurih

Selasa, 08 September 2026 | 00:41:02 WIB

Cara Membuat Tempe Bacem Rumahan yang Praktis dan Lezat

Selasa, 08 September 2026 | 00:34:32 WIB

Perkuat Integrasi, Gojek dan KAI Tata Area Stasiun Bogor

Selasa, 08 September 2026 | 00:24:32 WIB

Tur Arirang di LA Cetak Rekor, BTS Sedot 1,92 Juta Penonton

Selasa, 08 September 2026 | 00:18:02 WIB

Manfaatkan Spektrum Baru, TOWR Bidik Pertumbuhan Pendapatan

Selasa, 08 September 2026 | 23:38:32 WIB