IHSG Tertekan ke Level 6.619, Saham Energi Tampil Melaju

Selasa, 08 September 2026 | 22:27:03 WIB
Pegawai beraktivitas di dekat layar pergerakan harga saham di galeri BEI [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Senin (7/9/2026) di zona merah pada posisi 6.619,67. Di tengah pelemahan indeks komposit, beberapa saham terpantau tetap melaju kencang, seperti BUMI, PTBA, hingga AADI.

Berdasarkan pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup merosot 0,25% atau berkurang 16,80 poin ke posisi 6.619,67. Indeks komposit kemarin mengawali sesi di level 6.652,09 dan sempat menyentuh titik tertingginya pada level 6.667,75. 

Sepanjang perdagangan, terdapat 281 saham menguat, 332 saham melemah, dan 179 saham bergerak stagnan. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar berada di angka Rp11.600,45 triliun.

Di tengah penurunan IHSG, kenaikan harga masih dibukukan oleh PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang melonjak 4,76% ke level Rp220 dan saham PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) yang mencatatkan penguatan 4,69% ke posisi Rp1.450. Saham PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) turut mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 4,51% menuju Rp3.010 per saham.

Selanjutnya, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) ikut terangkat 4% mencapai level Rp11.700 per saham, lalu disusul oleh saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) yang naik 3,12% ke posisi Rp9.075 per saham.

Sebelumnya, IHSG mengakhiri sesi I perdagangan kemarin dengan depresiasi tipis 0,12% atau turun menuju level 6.628. Penguatan pada beberapa saham sektor komoditas batu bara sanggup meredam gelombang aksi jual yang menimpa saham-saham perbankan big caps.

Laporan riset harian Mirae Asset Sekuritas mencatat saham BUMI memimpin kenaikan di sektor batu bara setelah melesat 6,7%. Laju positif ini disusul oleh PTBA yang meningkat 4,5%, serta saham AADI yang terangkat 4,2%.

Kinerja positif sektor energi tersebut menahan laju penurunan IHSG yang dibebani oleh tekanan pada sektor keuangan, khususnya saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar. Saham BBCA dan BBRI, sebagai contoh, masing-masing mengalami koreksi sebesar 1,5%.

Terkini

DPR Dukung Rencana Integrasi BMKG dan Badan Geologi

Selasa, 08 September 2026 | 00:55:31 WIB

Tips Orang Tua Jaga Hubungan Erat saat Anak Mulai Merantau

Selasa, 08 September 2026 | 00:52:31 WIB

Cara Membuat Sambal Goreng Krecek Petai yang Gurih Pedas

Selasa, 08 September 2026 | 00:46:01 WIB

Cara Membuat Soto Betawi Kuah Santan yang Lezat dan Gurih

Selasa, 08 September 2026 | 00:41:02 WIB