Bandara Wunopito NTT Ditutup Sementara Akibat Erupsi Gunung Lewotolok

Selasa, 08 September 2026 | 03:24:02 WIB
Bandara Wunopito di NTT [FOTO: NET].

JAKARTA - Selepas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau melandai di kawasan Jawa dan Lampung, AirNav Indonesia kini mengeluarkannya NOTAM mengenai penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, Nusa Tenggara Timur, menyusul paparan abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok.

EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro mengutarakan, berdasarkan dokumen NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, Bandara Wunopito (WATW) ditetapkan berstatus CLOSED terhitung sejak pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026 hingga perkiraan pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026. Penutupan layanan tersebut diresmikan di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih bergejolak.

“Pada 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (8/9/2026).

Paparan sebaran abu vulkanik memegang peranan krusial bagi navigasi udara lantaran berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan apabila berada di jalur lintasan pesawat. Oleh sebab itu, pemantauan atas sebaran abu beserta dinamika aktivitas vulkanik senantiasa menjadi bagian utama dalam pemutakhiran informasi aeronautika.

Pihak AirNav Indonesia terus menggelar pengawasan atas pergerakan abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok maupun dinamika kondisi di sekitar zona udara penerbangan. Pembaruan informasi aeronautika bakal disesuaikan berdasar hasil rekapitulasi kondisi serta evaluasi keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia turut membangun kolaborasi bersama para pemangku kepentingan guna menjamin kepastian informasi terkait ruang udara beserta operasional penerbangan senantiasa diperbarui. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen AirNav Indonesia untuk mengutamakan aspek keselamatan dalam pelayanan navigasi udara.

Sebelumnya, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Halim Perdanakusuma Jakarta, Husein Sastranegara Bandung, Bandara Radin Inten II, Bandara Muhammad Taufiq Kiemas, Bandara Budiarto, Bandara Pondok Cabe, hingga Bandara Salakanagara Tanjung Lesung telah kembali dibuka secara bergelombang pada hari ini, Selasa (8/9/2026).

Kendati telah melayani penerbangan kembali, jajaran bandara tersebut tetap dalam pengawasan intensif mengingat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih terendus di ruang udara. Para pilot juga diimbau meningkatkan kewaspadaan sepanjang tahapan lepas landas maupun pendaratan.

Terkini

Apakah Olahraga Efektif Redakan Kesedihan? Simak Penjelasannya

Selasa, 08 September 2026 | 05:39:02 WIB

3 Cara Sopan Akhiri Percakapan Tanpa Harus Berbohong

Selasa, 08 September 2026 | 05:31:02 WIB

Perbedaan Herpes Bibir dan Sariawan yang Wajib Diketahui

Selasa, 08 September 2026 | 05:28:01 WIB

Siasat Kurangi Paparan Abu Vulkanik dan Debu saat Kemarau

Selasa, 08 September 2026 | 05:25:02 WIB