MIKA Tambah 3 Rumah Sakit & 400 Tempat Tidur

Kamis, 10 September 2026 | 04:42:02 WIB
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) terus memperluas kapasitas fasilitas kesehatannya melalui rencana pembukaan tiga rumah sakit baru hingga kuartal I 2027. Melalui ekspansi ini, jaringan rumah sakit tersebut ditargetkan mampu menambah sekitar 400 tempat tidur baru.

Dua rumah sakit baru dijadwalkan beroperasi di kawasan Jabodetabek pada kuartal IV 2026, sementara satu fasilitas lainnya akan berdiri di Jawa Timur dan mulai beroperasi pada kuartal I 2027. 

Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi MIKA dalam merespons tingginya permintaan layanan kesehatan, khususnya bagi penanganan kasus klinis yang lebih kompleks dan spesialis.

Presiden Direktur Mitra Keluarga Karyasehat, Rustiyan Oen, menjelaskan bahwa perseroan berkomitmen mengoptimalkan nilai dari setiap layanan medis yang diberikan kepada pasien lewat penguatan layanan spesialis.

“Strategi kami terus meningkatkan kualitas pendapatan melalui komposisi pasien swasta yang semakin kuat, perluasan layanan spesialis, serta peningkatan kompleksitas kasus klinis yang ditangani di seluruh jaringan rumah sakit kami,” kata Rustiyan dalam paparannya, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, tren kebutuhan masyarakat terhadap layanan spesialis lanjutan terus meningkat. Karena itu, MIKA mengarahkan investasinya pada pengembangan pusat layanan unggulan guna memperkuat kapabilitas klinis secara menyeluruh.

Perluasan kapasitas ini berjalan seiring dengan upaya MIKA mendorong pertumbuhan pendapatan lewat peningkatan besaran revenue per patient. Sepanjang semester I 2026, jumlah kunjungan pasien rawat inap MIKA mengalami penurunan 1,8% secara tahunan (year-on-year), sedangkan pasien rawat jalan menyusut 0,9%.

Meskipun volume pasien tercatat turun, total pendapatan MIKA justru menanjak 8% secara tahunan menjadi Rp2,77 triliun. Capai tersebut turut mendongkrak EBITDA sebesar 7,4% menjadi Rp1,06 triliun, serta laba bersih yang tumbuh 6,5% hingga menyentuh Rp728 miliar.

Peningkatan pendapatan ini utamanya didorong oleh kenaikan nilai per pasien seiring tingginya intensitas perawatan dan kompleksitas kasus yang ditangani. 

Kontribusi layanan berstandar kompleksitas tinggi terhadap pendapatan MIKA bahkan naik menjadi 27,7% pada semester I 2026, dari posisi 23,2% pada periode sebelumnya. Layanan tersebut mencakup bidang onkologi, kardiovaskular, neuroscience, ortopedi, urologi, hingga diagnostik lanjutan.

Dari segi nilai per pasien, rata-rata pendapatan harian pasien rawat inap atau average revenue per inpatient day (ARPID) melonjak 12,2% secara tahunan. Sementara itu, rata-rata pendapatan kunjungan pasien rawat jalan atau average revenue per outpatient visit (ARPOP) naik sebesar 12,6%.

Basis pasien swasta MIKA juga semakin mendominasi dengan kontribusi pendapatan mencapai 90% pada semester I 2026, meningkat dari angka 88% di periode tahun lalu. Di samping itu, proporsi pasien yang di-cover oleh asuransi maupun perusahaan naik menjadi 62% dari sebelumnya 58%.

Rustiyan menegaskan bahwa perseroan konsisten menjaga kualitas pendapatan dengan memfokuskan layanan spesialis dan penanganan medis tingkat lanjut.

“Permintaan terhadap layanan spesialis lanjutan terus menunjukkan tren peningkatan. Investasi yang kami lakukan pada pusat-pusat layanan unggulan memungkinkan kami untuk menangkap peluang tersebut sekaligus meningkatkan kapabilitas dan kompleksitas layanan klinis di seluruh jaringan Mitra Keluarga,” ujarnya.

Di sisi lain, langkah ekspansi ini tetap diimbangi dengan prinsip profitabilitas serta efisiensi operasional perusahaan. Tercatat gross margin MIKA pada semester I 2026 berada di level 53,4%, terkoreksi tipis dari 54,7% pada semester I 2025. 

Penurunan margin tersebut dipicu oleh peningkatan porsi penggunaan obat serta bahan medis habis pakai dari 46% menjadi 48% sejalan dengan tingginya pemanfaatan obat spesialis maupun implan medis. Kendati demikian, disiplin pengelolaan biaya diklaim mampu menjaga stabilitas laba perusahaan.

Dari kacamata finansial, MIKA berada di posisi yang sangat kuat dengan kepemilikan kas bersih sekitar Rp3 triliun serta nihil utang. Siklus konversi kas atau cash conversion cycle perusahaan juga tercatat berada di angka minus dua hari. 

Kondisi finansial yang solid ini memberi keleluasaan bagi MIKA untuk mengalokasikan modal ke sektor teknologi medis mutakhir, perluasan kapasitas rumah sakit, hingga pengembangan landbank strategis.

Saat ini, MIKA menaungi 32 rumah sakit yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ke depan, perusahaan juga akan terus melanjutkan penerapan model hub-and-spoke serta flagship center demi mengoptimalkan standar mutu layanan spesialis.

Terkini