Alasan Ukuran Sepatu Perempuan Sering Tidak Pas di Kaki

Kamis, 10 September 2026 | 05:05:32 WIB
Ilustrasi - Sepatu Perempuan. (Foto: NET)

JAKARTA — Memilih alas kaki bukan sekadar menentukan angka ukuran yang biasa digunakan. Tingkat kenyamanan saat mengenakannya juga menjadi bagian esensial karena sepatu bersentuhan langsung dengan telapak kaki sepanjang waktu pemakaian. 

Walau demikian, menemukan sepatu yang benar-benar terasa pas terkadang tidak semudah melihat angka ukuran yang tertera pada kotaknya. Bahkan, ukuran yang selama ini dianggap sesuai belum tentu menggambarkan kebutuhan kaki secara keseluruhan.

Mengutip Prevention, sebuah studi dalam International Journal of Fashion Design, Technology, and Education turut menyoroti persoalan tersebut setelah membandingkan ukuran fisik kaki dan alas kaki yang dikenakan oleh sejumlah perempuan.

Penelitian terhadap 107 perempuan Australia menemukan sebanyak 72 persen partisipan tidak mengenakan ukuran alas kaki yang tepat berdasarkan standar Amerika Serikat. 

Sementara itu, dalam ukuran standar Eropa, angka ketidaksesuaian tersebut mencapai 65 persen. Lebih dari separuh alas kaki yang digunakan peserta justru berukuran terlalu besar karena mereka sengaja memilih nomor yang lebih longgar guna mengakomodasi lebar kaki. 

Sebanyak 68 persen partisipan juga melaporkan sering mengalami kesulitan dalam menemukan alas kaki yang pas.

Dokter spesialis penyakit kaki asal Miami, Daniel Stewart, DPM, memaparkan bahwa persoalan tersebut berkaitan erat dengan cara ukuran alas kaki ditentukan. “Wanita dengan panjang kaki yang pada dasarnya sama dapat berbeda hingga 40 milimeter, atau sekitar 1,6 inci, dalam lingkar di bagian terlebar kaki,” jelas Stewart.

Artinya, dua orang dengan ukuran panjang kaki yang serupa belum tentu membutuhkan nomor sepatu yang sama karena bentuk serta lebar telapak kaki mereka bisa sangat bervariasi. 

“Sebenarnya kami tidak akan mengatakan (wanita) selalu memilih ukuran yang 'salah'," kata Stewart. 

“Masalah yang lebih besar adalah bahwa ukuran sepatu sebagian besar didasarkan pada panjang, sedangkan kaki bersifat tiga dimensi,” lanjutnya.

Keterbatasan ketersediaan pilihan alas kaki dengan ukuran lebar, khususnya bagi kaum perempuan, turut mendorong seseorang untuk memilih nomor yang lebih besar agar bagian depan kaki tidak merasa sesak. Padahal, penggunaan sepatu yang tidak sesuai dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik kaki.

Dokter spesialis penyakit kaki sekaligus ahli bedah kaki asal Houston, Rizwan Tai, DPM, menyatakan bahwa ukuran alas kaki yang presisi turut memengaruhi kualitas hidup seseorang. 

Sepatu yang terlalu sempit terbukti dapat mengganggu kelancaran sirkulasi darah, sedangkan alas kaki yang terlalu longgar berpotensi memengaruhi keseimbangan serta postur tubuh secara keseluruhan. 

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan kaki, seperti bunion, hammertoe, plantar fasciitis, penebalan kulit atau kapalan, hingga meningkatkan risiko insiden terjatuh.

Stewart menyarankan agar alas kaki idealnya mampu menopang telapak kaki dengan baik tanpa menimbulkan tekanan berlebih. 

“Ukur kedua kaki, karena ukurannya tidak selalu identik,” paparnya.

Proses pengukuran sebaiknya dilakukan dalam posisi berdiri, terutama pada waktu sore hari ketika ukuran kaki cenderung sedikit lebih besar akibat aktivitas. Jika terdapat perbedaan ukuran yang cukup signifikan antara kedua belah kaki, ia menganjurkan untuk memilih nomor berdasarkan ukuran kaki yang paling besar.

Kendati demikian, hasil pengukuran tersebut hendaknya hanya dijadikan sebagai titik awal permulaan, bukan sebagai patokan yang bersifat mutlak. Selepas mencoba sepatu, perhatikan secara teliti apakah timbul tekanan yang berlebihan pada bagian jari-jari kaki atau area depan. 

Tekanan semacam itu dapat mengindikasikan bahwa sepatu terlalu sempit sehingga berisiko memicu lecet, kapalan, hingga gangguan pada kuku.

Sebaliknya, apabila kaki terasa sangat mudah tergelincir di dalam alas kaki, ukuran yang dipilih mungkin terlalu besar atau terlalu lebar. Kondisi ini rentan menimbulkan gesekan berlebih serta membuat kestabilan kaki berkurang. Pada akhirnya, faktor kenyamanan tetap harus diposisikan sebagai pertimbangan paling utama. 

“Sepatu seharusnya tidak mengharuskan kami untuk menahan rasa sakit yang signifikan dengan harapan sepatu itu akhirnya akan 'melonggar',” ungkap Stewart.

Stewart menambahkan, deretan angka yang tertera pada kotak kemasan tidak selalu merepresentasikan ukuran fisik kaki yang sebenarnya. 

“Studi ini merupakan pengingat yang baik bahwa ukuran sepatu Anda sebenarnya bukanlah ukuran kaki Anda,” kata Stewart. 

“Itu hanyalah satu pengukuran yang digunakan untuk memperkirakannya,” lanjutnya.

Terkini