Tertekan Sentimen Global, IHSG Sesi I Turun 1,49% ke 6.490,91

Jumat, 11 September 2026 | 22:58:32 WIB
mengamati layar pergerakan saham di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) [FOTO: NET].

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sesi pertama terjerembap di teritori negatif dengan bertengger di posisi 6.490,91 pada sesi perdagangan Jumat (11/9/2026).

 Berdasarkan rekaman IDX Mobile per pukul 11.30 WIB, IHSG mengalami koreksi tipis 1,49% atau setara 98,43 poin menuju level 6.490,91. Padahal, saat bel pembukaan pasar dibunyikan, indeks sempat berada di angka 6.552,49.

Sepanjang rentang perdagangan intraday, indeks sempat menyentuh titik terendahnya di 6.462,96 dan berupaya merangkak naik ke posisi 6.552,70. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar (market cap) tercatat menembus Rp11.365 triliun. 

Catatan perdagangan memperlihatkan sebanyak 141 saham berhasil menguat, 545 saham mengalami penyusutan, serta 277 saham terpantau stagnan tanpa pergerakan.

Sejumlah emiten yang berhasil masuk ke dalam daftar jajaran top gainers meliputi saham PT Satria Antaran Prima Tbk. (SAPX) yang melesat hingga 24,38% ke level Rp505, serta PT Magna Investama Mandiri Tbk. (MGNA) yang turut meroket 21,32% ke posisi Rp165.

 Pergerakan positif tersebut disusul oleh PT Mitra Investindo Tbk. (MITI) yang menguat 20% ke level Rp276. Pada urutan berikutnya, PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. (SHID) mencatatkan penguatan sebesar 17,42% ke level Rp910. Tren kenaikan serupa juga dialami oleh saham PT Sat Nusapersada Tbk. (PTSN) yang menanjak 14,9% ke level Rp340.

Di sisi sebaliknya, deretan saham yang terempas ke dalam daftar top losers mencakup Reksa Dana Indeks Batavia SRI-KEHATI ETF Bisnis (XBSK) yang tergerus 14,95% ke level Rp455. 

Di samping itu, PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (XBID) ikut tertekan sebesar 14,56% menjadi Rp446. Urutan berikutnya di Bursa Efek Indonesia diisi oleh saham PT Equity Development Investment Tbk. (GSMF) yang merosot 13,71% ke level Rp107. 

Saham PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) turut mengekor di jajaran top losers usai menyusut 10,98% ke posisi Rp73. Menggenapi daftar 5 besar, saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk. (UDNG) terkoreksi 9,85% ke level Rp595.

Sebelumnya, Tim riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa eskalasi harga minyak mentah serta depresiasi rupiah menjadi katalis negatif utama yang membayangi gerak pasar saham domestik sepanjang pekan ini.

"Penguatan harga minyak dan pelemahan Rupiah menjadi faktor negatif bagi IHSG," tulis Phintraco Sekuritas dalam riset, dikutip Jumat (11/9/2026).

Harga minyak Brent kembali menembus ambang batas US$102 per barel seiring memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Pada pasar valuta asing, nilai tukar rupiah turut terdepresiasi 0,2% ke level Rp17.547 per dolar AS. 

Tekanan depresiasi rupiah tersebut utamanya dipicu oleh kekhawatiran terhadap ancaman pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat membengkaknya harga minyak.

Selain faktor eksternal tersebut, pembacaan indikator teknikal turut menyuryatkan potensi tekanan lanjutan terhadap laju IHSG. Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bakal menguji level support di kisaran 6.525. 

Akan tetapi, apabila IHSG mampu dijebol turun melewati level tersebut, indeks berisiko melanjutkan tren koreksi menuju area support berikutnya pada rentang 6.460 hingga 6.500.

Terkini