JAKARTA - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperluas penerapan kecerdasan artifisial (artificial intelligence / AI) pada sekujur lini tahapan rantai nilai pertambangan, mencakup fase eksplorasi, aktivitas operasional tambang, pengolahan mineral, hingga pengawasan emisi.
Langkah transformasi tersebut diorientasikan sebagai bagian dari strategi guna mengokohkan daya saing industri mineral nasional di tengah tuntutan mengerek nilai tambah komoditas sumber daya alam sekaligus menyelenggarakan operasional tambang yang kian efisien.
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa pesatnya evolusi teknologi menjadikan keunggulan perusahaan tambang tidak lagi cukup hanya bergantung pada skala besaran cadangan sumber daya mineral yang dikuasai.
Kapasitas dalam memproses data serta mengonversikannya menjadi kebijakan operasional bertindak sebagai variabel kunci yang kian menentukan tingkat produktivitas serta reliabilitas sektor pertambangan.
"Nilai AI bukan pada modelnya. Nilainya adalah pada keputusan yang lebih aman, aset yang lebih andal, penemuan sumber daya yang lebih baik, dan dampak operasional yang lebih rendah," ujar Dany.
Menurut pemaparannya, implementasi teknologi mutakhir tersebut difokuskan untuk menjawab berbagai tantangan riil di lapangan, termasuk aspek keselamatan kerja karyawan. Grup MIND ID telah mengaplikasikan sistem manajemen kelelahan berbasis AI (AI-enabled fatigue management) yang sanggup melontarkan peringatan dini tatkala mendapati gelagat kelelahan fisik atau microsleep pada operator alat berat.
Penggunaan teknologi AI turut merambah ranah proses produksi. Pemanfaatan teknologi penglihatan komputer (AI vision) dikerahkan guna mengawasi kondisi ban berjalan (conveyor) sekaligus mendeteksi secara dini potensi gangguan teknis semisal kerusakan sabuk, ukuran material yang tidak sesuai spesifikasi, ataupun kontaminasi yang berisiko mengganggu kelancaran produksi.
Sementara itu, dalam koridor hilirisasi komoditas mineral, teknologi pembelajaran mesin (machine learning) dikembangkan guna menopang optimalisasi kinerja smelter, termasuk tata kelola dapur pembakaran FeNi Rotary Kiln. Pengerahan data operasional tersebut dimaksudkan untuk merawat stabilitas proses sekaligus mendongkrak efisiensi pemurnian mineral.
Inovasi digital ini pun merambah PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Integrasi data operasional secara langsung (real-time) dimanfaatkan demi mempercepat pengawasan ritme kerja serta menyokong peningkatan produktivitas penambangan.
Bahkan, teknologi AI mulai diaplikasikan sejak fase dini pencarian cadangan lewat metode pemetaan geologi berbasis AI (AI-enabled geologging). Teknologi tersebut membantu mengakselerasi analisis sampel inti batuan serta menaikkan kualitas pengolahan data pengeboran agar keputusan eksplorasi maupun penanaman modal dapat dieksekusi dengan pijakan informasi yang lebih solid.
Pada saat yang bersamaan, MIND ID tengah menggodok platform kecerdasan energi dan emisi (energy and emissions intelligence) yang menyatukan pelbagai informasi terkait ketahanan aset, efisiensi proses, tingkat konsumsi bahan bakar, hingga jejak emisi.
Sistem terpadu itu diarahkan untuk membantu entitas perusahaan dalam memetakan peluang penghematan energi sekaligus mempertajam kendali atas pengelolaan dampak lingkungan.
Dany memandang pergeseran paradigma tersebut merefleksikan metamorfosis industri pertambangan nasional, dari model lama yang bertumpu pada keunggulan komparatif sumber daya alam menuju corak industri yang kian bertumpu pada teknologi, data, serta penguasaan pengetahuan.
"MIND ID sedang bergerak dari resource advantage menuju intelligence advantage. Kami ingin memastikan industri pertambangan Indonesia masuk ke babak yang lebih maju dengan memanfaatkan kemampuan teknologi untuk menciptakan operasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan," kata Dany.