ACES Targetkan Pertumbuhan Penjualan 6%-8% pada Semester II/2026

Jumat, 11 September 2026 | 01:17:32 WIB
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES) memancarkan optimisme tinggi dalam menjaga target pertumbuhan kinerja penjualan bersih di kisaran 6% hingga 8% sepanjang paruh kedua tahun 2026.

Direktur ACES Gregory S. Widjaja memandang pencapaian kinerja pada semester I/2026 telah memberikan landasan yang kokoh untuk mengamankan tren pertumbuhan tersebut pada semester II/2026. Di samping langkah ekspansi penambahan gerai fisik, momentum peningkatan transaksi pada triwulan pamungkas turut diandalkan sebagai katalis utama.

Periode tersebut secara historis selalu menjelma sebagai salah satu puncak siklus belanja ritel seiring datangnya perayaan Natal serta libur panjang akhir tahun.

Ia pun menegaskan bahwa seluruh parameter indikator kinerja operasional hingga penutupan Juni 2026 masih berada secara aman di dalam koridor target yang telah ditetapkan sebelumnya.

"Secara keseluruhan hasil kinerja kami masih sesuai dengan ekspektasi. Perseroan akan tetap mempertahankan guidance pada 2026 ini, pertumbuhan same store sales growth atau SSSG sebesar 2%-4% dan penjualan bersih 6%-8% hingga akhir tahun," ujarnya dalam paparan publik, Kamis (10/9/2026).

Menapaki akhir paruh pertama 2026, ACES sukses membukukan perolehan penjualan bersih senilai Rp4,54 triliun, yang merefleksikan pertumbuhan sebesar 6,3% apabila dikomparasikan dengan periode serupa tahun sebelumnya.

Laju ekspansi tersebut ditopang oleh kinerja same store sales growth (SSSG) yang positif serta masifnya pembukaan gerai-gerai ritel baru.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa eskalasi penjualan ini turut disokong oleh tingkat daya beli konsumen yang memperlihatkan perbaikan jika dibandingkan kondisi tahun lalu.

Kendati demikian, iklim konsumsi secara umum belum sepenuhnya pulih secara total, menyusul masih adanya bayang-bayang kekhawatiran masyarakat yang terefleksi dari tren penurunan indeks keyakinan konsumen (consumer confidence index) selepas perayaan Lebaran.

Dari koridor profitabilitas, perolehan laba kotor ACES terkerek naik 6,4% menjadi Rp2,15 triliun. Sementara itu, marjin laba kotor (gross margin) pada kuartal II/2026 menyentuh level 48,5%, yang menunjukkan pemulihan signifikan dibanding kuartal I/2026 sekaligus kembali merangsek ke rentang normal perseroan.

Penguatan marjin tersebut berhasil diraih berkat implementasi penyesuaian harga secara bertahap pada pelbagai kategori produk serta optimalisasi komposisi bauran produk (product mix).

Kebijakan penyesuaian harga itu terpaksa ditempuh di tengah himpitan tekanan ekonomi makro global, meliputi depresiasi nilai tukar rupiah terhadap valuta asing serta lonjakan harga minyak mentah dunia sebagai akibat dari memanasnya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran.

Lebih lanjut, perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan laba inti operasional (operating core profit) di kisaran 7% secara tahunan. Ditambah dengan adanya surplus keuntungan selisih kurs yang belum terealisasi selama paruh pertama 2026, torehan laba bersih yang diatribusikan kepada para pemegang saham melonjak hingga 33%.

Guna menopang akselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang semester II/2026, ACES tetap konsisten mempertahankan alokasi anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp400 miliar sampai Rp450 miliar.

Kendati demikian, realisasi penyerapan capex hingga paruh pertama 2026 baru mencatatkan angka sekitar Rp91 miliar, atau merepresentasikan kisaran 20% hingga 23% dari total pagu anggaran tahunan.

Landainya realisasi penyerapan capex tersebut dinilai selaras dengan strategi bisnis perseroan yang memang mematok porsi pembukaan toko baru secara lebih masif pada paruh kedua tahun 2026.

"Hal ini sejalan dengan rencana pembukaan toko yang lebih banyak pada semester II 2026," katanya.

Sepanjang tahun 2026 ini, ACES mematok target ekspansi pembukaan 25 hingga 30 gerai baru untuk merek AZKO. Di samping itu, korporasi juga membidik penambahan 40 sampai 50 gerai baru khusus bagi lini merek Neka.

Rangkaian agenda ekspansi tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak utama penopang pertumbuhan penjualan perseroan pada paruh kedua tahun ini, melengkapi kontribusi organik dari gerai-gerai yang telah lebih dulu beroperasi secara komersial.

Percepatan realisasi penyerapan capex serta agresivitas pembukaan gerai baru diposisikan sebagai pilar strategi inti ACES demi mengawal laju pertumbuhan bisnis hingga penghujung tahun 2026.

Terkini