Dolar Melonjak, Kalbe Farma (KLBF) Siapkan Strategi Tekan Margin

Sabtu, 12 September 2026 | 20:33:32 WIB
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) [FOTO: NET].

JAKARTA - Emiten sektor farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memproyeksikan bahwasanya tekanan terhadap margin kinerja masih bakal berlanjut sampai penutupan tahun 2026. Sentimen negatif tersebut bersumber dari fluktuasi nilai tukar rupiah serta tingginya biaya pengadaan bahan baku.

Direktur Keuangan Kalbe Farma Kartika Setiabudy menerangkan bahwa porsi terbesar bahan baku KLBF saat ini masih dipasok lewat jalur impor, sehingga pelemahan nilai tukar mata uang rupiah berdampak langsung terhadap struktur kalkulasi biaya produksi.

“Dengan kurs di sekitar Rp 17.500 per dolar Amerika Serikat (AS)–Rp 18.000 per dolar AS dan adanya inventory yang kami pegang, kemungkinan margin di semester kedua tidak akan membaik,” jelasnya dalam paparan publik, Jumat (11/9/2026).

Menilik pencapaian per Juni 2026, KLBF membukukan penjualan bersih mencapai Rp19,48 triliun atau tumbuh 14,0% secara tahunan. Walau demikian, dari sisi bottom line, capaian laba bersih KLBF justru terkoreksi 2,8% secara tahunan menjadi berada pada kisaran Rp1,92 triliun.

Di samping itu, marjin laba kotor atau Gross Profit Margin KLBF tertahan pada level 37,6% pada semester I-2026. Angka tersebut tergerus 220 basis points (bps) bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Guna mengatasi kondisi tersebut, Kartika memaparkan bahwa perseroan telah melancarkan langkah penyesuaian kenaikan harga secara selektif pada sejumlah komoditas produk. Pasalnya, ruang gerak untuk menaikkan harga terbilang sangat terbatas lantaran dibayangi dinamika ekonomi makro beserta penurunan tingkat daya beli.

“Ke depannya kami juga akan tetap meninjau apakah masih bisa dilakukan kenaikan harga di beberapa produk-produk yang memang masih ada kemungkinan untuk melakukan kenaikan harga,” ucapnya.

Kartika menerangkan, KLBF turut memacu efisiensi pada lini produksi lewat peningkatan volume produksi supaya lebih optimal sekaligus sanggup memangkas pengeluaran biaya. KLBF juga mengeksekusi penataan ulang portofolio demi memperbesar porsi kontribusi produk yang mengantongi margin lebih tinggi.

Tidak sebatas itu, KLBF bakal konsisten menggenjot jangkauan pasar ekspor. Kendati secara ritme pertumbuhan sanggup menembus angka double digit, porsi kontribusi pasar ekspor KLBF saat ini tercatat masih berada di bawah angka 10% terhadap total penjualan.

“Secara jangka panjang kami menginginkan adanya pertumbuhan yang lebih tinggi dari bisnis ekspor kami di atas pertumbuhan untuk pasar lokal,” kata Kartika.

Merujuk pada publikasi laporan keuangan per 30 Juni 2026, saluran penjualan domestik menyumbangkan Rp18,04 triliun dan pasar ekspor menyetor Rp1,43 triliun. Lini ekspor melesat 23,66% secara tahunan jika dikomparasikan dari posisi 30 Juni 2025 yang bernilai Rp1,15 triliun.

Equity Research Analyst Indo Premier Sekuritas Andrianto Saputra dan Nicholas Bryan memperkirakan indikator gross profit margin KLBF pada semester II-2026 bakal menyusut ke angka 37%, jika dibandingkan capaian 37,6% pada semester I-2026.

“Sekitar 50% biaya produksi barang jadi KLBF memiliki keterkaitan, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan dolar AS,” tulisnya dalam riset yang dirilis Rabu (9/9/2026).

Secara menyeluruh, Andrianto dan Nicholas merevisi naik proyeksi penjualan untuk tahun buku 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 2,6% dan 2,5% secara tahunan. Penyesuaian ini mencerminkan kokohnya performa dari segmen consumer health serta lini distribusi.

Atas pertimbangan tersebut, Indo Premier Sekuritas memproyeksikan rasio opex-to-sales tahun buku 2026 dan 2027 berada pada tingkat yang lebih rendah, yaitu masing-masing 25,5% dan 25,8%, dari estimasi awal sebesar 25,8% dan 26,1%.

“Kami pun menaikkan proyeksi laba tahun buku 2026 dan 2027 masing-masing sebesar 7% dan 11%. Kami melihat harga saham KLBF diperdagangkan pada valuasi yang menarik, yakni 9,1 kali PER,” jelas Andiranto dan Nicholas.

Lebih jauh, Indo Premier Sekuritas konsisten mempertahankan rekomendasi buy untuk saham KLBF dengan patokan target harga Rp1.300 per saham. Ketetapan ini diambil melalui kalkulasi PER pada tingkat 16 kali atau berada 1,0 standar deviasi di bawah rata-rata kurun lima tahun.

Terkini