Ini 5 Proses Penting Otak dan Tubuh Saat Tidur

Sabtu, 12 September 2026 | 21:51:02 WIB
Ilustrasi tidur mengenakan penutup mata [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak orang menganggap tidur sebagai waktu yang terbuang karena tidak ada pekerjaan yang bisa diselesaikan. Padahal, bagi otak dan tubuh, tidur justru menjadi salah satu periode paling aktif sekaligus paling penting untuk menjaga kesehatan dan kelangsungan fungsi tubuh.

Dikutip dari NBC News, tidur bukan sekadar waktu beristirahat, melainkan saat berbagai sistem biologis bekerja memperbaiki, mengatur, dan memperkuat tubuh.

"Otakmu sebenarnya sangat aktif selama tidur melakukan hal-hal penting, tidak sekadar beristirahat," ujar Profesor Neurologi pemegang kursi kehormatan Caitlin Tynan Doyle di Columbia University Medical Center, Carl W. Bazil, MD, PhD.

"Dan jika kamu tidak mendapatkan tidur, kamu tidak akan berfungsi di sejumlah tingkatan sebagaimana mestinya," lanjut dr. Bazil.

Empat fase tidur yang terus berulang

Secara biologis, tidur terjadi ketika pola gelombang otak berubah dan sistem saraf menjadi kurang responsif terhadap rangsangan dari luar. Menurut dr. Bazil, manusia melewati empat tahap tidur yang berlangsung berulang sepanjang malam.

Tahap pertama merupakan fase paling ringan ketika kesadaran mulai menurun. Setelah itu tubuh memasuki tidur gelombang lambat atau tidur dalam yang berperan besar dalam pemulihan. Tahap terakhir adalah fase pergerakan mata cepat (REM), yaitu fase ketika mimpi paling sering terjadi.

Pada awal malam, tubuh lebih banyak berada di fase tidur dalam, sedangkan menjelang pagi durasi fase REM menjadi lebih panjang.

1. Memori diperkuat

Selama tidur dalam, aktivitas listrik otak berubah secara signifikan. Triliunan sel saraf bekerja membentuk kembali koneksi sehingga informasi baru lebih mudah diproses dan disimpan.

"Otakmu sedang membuat peta dari informasi tersebut. Membuat koneksi baru dan memutus koneksi lainnya," kata dr. Bazil.

Karena itu, begadang untuk belajar atau menyelesaikan pekerjaan justru dapat menghambat proses penyimpanan memori.

"Otakmu benar-benar butuh memproses informasi itu, yang sebenarnya hanya kamu lakukan saat tertidur," tutur dia.

2. Kemampuan fokus tetap optimal

Kurang tidur juga menimbulkan utang tidur yang berdampak pada konsentrasi. Penelitian menunjukkan orang yang hanya tidur enam jam selama dua minggu mengalami penurunan fokus hingga hampir setara dengan mereka yang tidak tidur selama dua malam.

"Penting bagi orang-orang untuk tahu bahwa kamu bisa bertahan dengan tidur malam yang buruk," ucap dr. Bazil.

"Tetapi, kebanyakan orang butuh sekitar delapan jam tidur semalam dan jika kamu secara kronis tidak mendapatkan tidur yang kamu butuhkan, performamu akan menurun," imbuhnya.

3. Emosi lebih terkendali

Tidur berkualitas membantu otak mengatur respons emosional. Sebaliknya, kurang tidur meningkatkan aktivitas area otak yang berkaitan dengan depresi dan kecemasan.

"Tanpa tidur, otak kembali ke pola aktivitas yang lebih primitif, di mana otak tidak mampu menempatkan pengalaman emosional ke dalam konteks dan menghasilkan respons yang terkontrol dan tepat," ujar Direktur Sleep and Neuroimaging Laboratory di University of California Berkeley, Matthew Walker.

4. Sistem imun bekerja memperbaiki tubuh

Saat tidur, detak jantung, pernapasan, dan aktivitas organ menjadi lebih tenang. Namun, produksi hormon pertumbuhan meningkat untuk memperbaiki sel kulit dan jaringan tubuh yang rusak.

Selain itu, sistem kekebalan tubuh juga membentuk antibodi yang membantu melawan infeksi. Penelitian bahkan menunjukkan efektivitas vaksin dapat menurun apabila seseorang kurang tidur.

5. Metabolisme tetap seimbang

Kurang tidur dalam jangka panjang dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, hingga penyakit jantung. Menurut Kristin Eckel-Mahan, PhD, sensitivitas insulin berubah mengikuti ritme biologis tubuh sehingga waktu makan ikut memengaruhi metabolisme.

"Ada bukti definitif bahwa pilihan makanan secara metabolik kurang menguntungkan di malam hari," ungkap Eckel-Mahan.

"Dan ada juga bukti bahwa jumlah kalori yang sama, jika dimakan di waktu yang salah, dapat memicu peningkatan berat badan, khususnya pada massa lemak," tambahnya.

Berbagai proses tersebut menunjukkan bahwa tidur memiliki peran penting dalam menjaga fungsi otak, metabolisme, sistem imun, hingga kesehatan emosional, sama pentingnya dengan pola makan sehat dan olahraga.

Terkini