Toyota Catat Kenaikan Penjualan Hybrid 80% di Tengah Isu BBM

Selasa, 15 September 2026 | 21:10:32 WIB
Innova Zenix Hybrid [FOTO: NET].

JAKARTA - Tren volume penjualan kendaraan berteknologi hybrid dari PT Toyota-Astra Motor (TAM) tercatat mengalami peningkatan yang sangat signifikan, yakni melonjak lebih dari 80% jika dibandingkan dengan perolehan pada periode tahun sebelumnya. 

Pihak Toyota menilai bahwa dinamika terkait ketersediaan serta kondisi bahan bakar minyak (BBM) turut memberikan pengaruh besar terhadap tingginya minat konsumen beralih ke kendaraan berteknologi ramah lingkungan tersebut.

Marketing Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Bansar Maduma mengungkapkan bahwa berbagai tantangan yang berkaitan dengan persoalan BBM ini tidak hanya dirasakan secara eksklusif oleh pihak Toyota saja, melainkan turut dirasakan oleh seluruh ekosistem industri otomotif nasional secara menyeluruh. 

Hal tersebut dikarenakan pangsa pasar otomotif di Indonesia saat ini masih didominasi kuat oleh lini kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE).

“Memang ini merupakan suatu challenge, terutama bukan hanya untuk Toyota, tetapi juga untuk dunia otomotif nasional,” kata Bansar dalam acara Journalist Test Drive 2026, “Drive & Joy Beyond the Road”, di Yogyakarta, Senin (14/9/2026).

Lebih lanjut, beliau memaparkan bahwa kondisi di tengah berbagai tantangan tersebut menjadikan aspek efisiensi konsumsi bahan bakar sebagai salah satu poin pertimbangan utama bagi konsumen dalam memilih kendaraan. 

Pihak Toyota melihat bahwa solusi teknologi hybrid dapat menjadi pilihan alternatif yang tepat bagi para konsumen yang di satu sisi masih memerlukan kendaraan berbasis mesin pembakaran internal, namun di sisi lain menginginkan tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar yang jauh lebih baik.

“Namun Toyota dengan adanya hybrid bisa membantu customer dengan menghadirkan teknologi hybrid yang lebih fuel efficient. Sehingga bisa mengurangi kesulitan-kesulitan, terutama bagi customer pada saat pengisian bensin,” ujarnya. (Catatan: kata ganti "beliau" pada narasi luar telah dihindari dengan merujuk langsung pada nama narasumber sesuai instruksi).

Bansar menuturkan bahwa kondisi tersebut secara langsung turut memberikan dampak positif terhadap lonjakan volume penjualan kendaraan hybrid Toyota di pasaran. Angka penjualannya tercatat melesat tinggi hingga menembus persentase kenaikan lebih dari 80% dibandingkan dengan capaian tahun lalu.

“Ini sangat ber-impact, terutama terhadap penjualan hybrid kami. Tadi teman-teman juga sudah kami informasikan bahwa peningkatannya dibandingkan tahun lalu lebih dari 80 persen,” katanya.

Meskipun tingkat pertumbuhan kendaraan hybrid menunjukkan tren kenaikan yang cukup tinggi, jajaran portofolio kendaraan bermesin pembakaran internal konvensional (ICE) nyatanya masih memegang porsi mayoritas dari total keseluruhan angka penjualan Toyota.

 Berdasarkan data internal perusahaan, kontribusi kendaraan elektrifikasi terhadap total penjualan Toyota hingga saat ini baru mencapai kisaran 21%, sementara sisa 79% lainnya masih disumbangkan oleh lini kendaraan ICE.

“Elektrifikasi kami secara komposisi masih 21 persen. Kalau 21 persen, berarti masih ada 79 persen yang ICE,” kata Bansar.

Adapun saat ini, tiga model andalan berteknologi hybrid yang mencatatkan angka penjualan terbesar bagi Toyota berturut-turut adalah Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, serta Yaris Cross Hybrid EV. Khusus untuk model Veloz Hybrid EV, tingkat penerimaan pasarnya disebut-sebut konsisten berada di atas angka 2.000 unit per bulannya.

Pihak Toyota juga menyampaikan bahwa tren penerimaan konsumen yang positif terhadap model-model tersebut akan dijadikan sebagai salah satu bahan acuan dan pertimbangan penting dalam merumuskan strategi pengembangan produk elektrifikasi di masa mendatang.

Bansar menambahkan bahwa pihak Toyota masih akan terus mengkaji dan melakukan studi mendalam guna menghadirkan ragam pilihan produk elektrifikasi lainnya yang benar-benar selaras dengan karakteristik kebutuhan pasar di Indonesia, termasuk di antaranya peluang untuk terus memperluas varian pilihan kendaraan hybrid.

“Pastinya kami akan terus melakukan studi mengenai bagaimana meluncurkan produk yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia, termasuk hybrid. Tetapi saat ini kami masih belum bisa menyampaikan detailnya,” ujarnya.

Terkini