5 Cara Anak Muda Indonesia Ikut WorldSkills 2026

Rabu, 16 September 2026 | 08:12:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Sebanyak 20 anak muda Indonesia berangkat ke WorldSkills Competition Shanghai 2026 dengan pendampingan 16 expert. Mereka bukan dipilih sembarangan, tapi melewati pembinaan 6-9 bulan dan serangkaian seleksi ketat. Berikut alur yang bisa kamu pelajari.

WorldSkills Competition (WSC) Shanghai 2026 jadi panggung bergengsi bagi lulusan SMK dan politeknik untuk unjuk keterampilan tingkat dunia. Kontingen Indonesia dilepas di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026), dengan target mengikuti 17 bidang kompetisi.

1. Ikut Lomba Kompetensi Siswa (LKS) lebih dulu

Jalur masuk paling awal adalah ajang Lomba Kompetensi Siswa tingkat nasional. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyebut para peserta WSC sebelumnya adalah siswa SMK yang mengikuti LKS dalam beberapa tahun penyelenggaraan.

Dari sana, pemenang LKS diseleksi untuk mewakili Indonesia. Sebagian dari mereka kini sudah bekerja di industri terbaik, sebagian lain melanjutkan pendidikan ke politeknik.

2. Penuhi syarat usia maksimal 21 tahun

Kompetitor WSC dibatasi usia maksimal 21 tahun. Aturan ini membuat ajang ini murni untuk talenta muda yang baru menyelesaikan pendidikan menengah atau sedang menempuh pendidikan vokasi.

Karena itu, pembinaan diarahkan pada keterampilan teknis spesifik yang sesuai standar internasional.

3. Jalani pembinaan 6-9 bulan di balai vokasi dan mitra industri

Setelah terpilih, peserta menjalani pelatihan dengan durasi bervariasi, mulai dari 6 hingga 9 bulan. Tatang menjelaskan pembinaan dilakukan bersama balai besar vokasi dan mitra industri, termasuk perusahaan multinasional.

"Ada di balai besar vokasi, seperti balai elektronik otomotif di Malang. Ada juga dengan industri Festo dan misalnya industri-industri makanan dan lainnya," kata Tatang.

Mitra yang dipilih adalah industri yang punya pengalaman dan jaringan di berbagai negara.

4. Pilih bidang kompetisi sesuai kesiapan

Indonesia mengikuti 17 bidang di WSC Shanghai 2026, antara lain cooking, web technology, dan mekatronika. Tatang menyebut tidak semua bidang dipertandingkan karena mempertimbangkan kesiapan kompetensi.

"Cuma memang tidak semua bidang kompetisi kita ikuti, karena ada beberapa yang kita memang kalaupun ikut agak berat. Misalnya, welding underwater gitu ya, bagaimana mengelas di bawah air gitu," bebernya.

5. Bawa pulang praktik terbaik, bukan cuma medali

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, berharap prestasi Indonesia meningkat dibanding keikutsertaan di Lyon, Prancis, pada 2024. Namun ia menegaskan keberhasilan tidak hanya diukur dari medali.

"Tentu tidak hanya dilihat dari raihan medali yang didapat, tetapi juga impact, ya. Dampak yang dibawa oleh kontingen setelah kembali ke Tanah Air," ucap Fajar.

Pengalaman di Shanghai diharapkan jadi bahan evaluasi dan penajaman pendidikan vokasi Indonesia.

Dari LKS hingga pembinaan intensif bersama industri multinasional, jalur menuju WSC Shanghai 2026 terbuka bagi talenta muda yang mau menekuni keterampilan teknis sejak bangku SMK.

Terkini

5 Cara Anak Muda Indonesia Ikut WorldSkills 2026

Rabu, 16 September 2026 | 08:12:00 WIB

Ramalan Shio Hari Ini, Rabu 16 September 2026

Rabu, 16 September 2026 | 08:11:00 WIB

Ramalan Shio Hari Ini, Rabu 16 September 2026

Rabu, 16 September 2026 | 05:56:00 WIB