Mengusung Tema Recrafted, JF3 2026 Siap Digelar Akhir Juli

Mengusung Tema Recrafted, JF3 2026 Siap Digelar Akhir Juli
Membangun Ekosistem Fesyen Indonesia di JF3 Fashion Festival [FOTO: NET].

JAKARTA - Industri mode tanah air merupakan sebuah rantai jaringan besar yang tidak semata-mata dibentuk oleh para perancang busana saja. Tiap-tiap karya yang dipamerkan di atas panggung peragaan turut melibatkan para perajin, sektor UMKM, institusi akademis, media massa, pihak pembeli, serta beraneka paguyuban kreatif yang secara kolektif merawat eksistensi bisnis sekaligus melestarikan kekayaan tradisi Nusantara.

 Kepedulian tersebut yang coba diangkat oleh Summarecon lewat perhelatan JF3 Fashion Festival. Memasuki babak pelaksanaan yang ke-22, ajang mode ini hadir sebagai wadah yang memadukan bermacam level daya cipta, kemitraan, dan prospek baru bagi sektor industri mode di Indonesia. 

Tahun ini, JF3 Fashion Festival mengusung tajuk "Recrafted: Shaping the Future" yang berpijak pada pemikiran bahwa karya mode ialah produk kreatif dan bagian dari suatu ekosistem yang wajib secara kontinu diperkuat demi sanggup memenuhi tuntutan pasar di masa mendatang.

"Indonesia memiliki kekayaan craftsmanship, material, pengetahuan, dan identitas budaya yang sangat besar. Namun semua itu tidak cukup jika hanya berhenti sebagai potensi. Ia perlu diolah, diarahkan, dan dihubungkan dengan sistem yang tepat," tutur Advisor JF3 Thresia Mareta.

(Ki-Ka) Ibu Thresia Mareta (Advisor JF3) dan Bpk Soegianto Nagaria (Chairman JF3)(JF3)

Berdasarkan penuturan Thresia, JF3 berniat menghadirkan kesempatan agar para perancang busana dapat memperoleh jalan untuk bertumbuh, merajut relasi, dan mendapati peluang kemitraan yang kian lapang. Selaras dengan Thresia, Chairman JF3 Fashion Festival Soegianto Nagaria menguraikan bahwa bisnis mode mustahil berkembang apabila cuma bersandar pada satu pagelaran tahunan yang implikasinya tidak berkesinambungan.

"Melalui JF3, kami menghubungkan proses kreatif dengan akses pasar yang nyata, dari runway langsung ke konsumen. Industri fashion yang kuat tidak tumbuh dari satu event, tetapi dari ekosistem yang dibangun secara konsisten," pungkas Soegianto.

Billy Tjong kembali ke runway setelah enam tahun

Billy Tjong berpose bersama preview koleksinya untuk JF3 Fashion Festival 2026(Instagram.com/@billy_tjong)

Mendekati hari H pembukaan JF3 Fashion Festival, pihak penyelenggara merilis daftar perancang yang bakal menyemarakkan panggung lewat persembahan busana mereka. Tiap-tiap perancang busana serta merek mode menyuguhkan narasi dan pesan tersendiri lewat gaun yang akan dipamerkan. Salah satu kisah hadir dari desainer lokal, Billy Tjong.

Kiprah Billy Tjong dalam dunia mode tanah air jamak dikenali lewat kreasi busana pengantin berpotongan dramatis serta detail struktur yang autentik. Saat ini, setelah kurun waktu enam tahun absen dari panggung peragaan akibat fokus mengelola Billy Tjong Fashion Lab serta mengajar, Billy pada akhirnya siap kembali menghentak panggung mode lewat karya teranyarnya.

"Selama enam tahun itu memang kreativitas aku masih terjaga karena memang ngajar. Akhirnya aku baru sadar ternyata apa yang berkembang dari perjalananku selama enam tahun ini adalah korset, ternyata skill-ku bertambah nih. Kayaknya sekarang sudah saatnya kasih lihat lagi ke khalayak," ujar Billy kepada Kompas.com dalam acara Media Preview JF3 Fashion Festival 2026 di Gafoy Workshop, Summarecon Mall Kelapa Gading pada Kamis (02/07).

Tidak sendirian, dalam proyek kembalinya ke panggung mode ini, Billy turut mengajak 12 siswa bimbingannya untuk saling berkreasi bersama. Tiap-tiap anak didik Billy nantinya bakal menghadirkan satu rancangan busana yang telah melewati tahap seleksi ketat agar tetap selaras dengan konsep dasar seluruh koleksi. 

Billy memaparkan bahwa corak fuchsia bakal menjadi warna pengikat dalam karyanya tahun ini. Rupanya, penetapan warna yang mencolok itu menyimpan memori dengan nilai sentimental yang membekas semenjak masa kecilnya. Kepada Kompas.com Billy menceritakan, pemilihan warna ini berakar dari memori masa kecil saat dirinya turut membantu mengurus gerai kosmetik kepunyaan sang kakak.

"Ini warna kesukaanku dari aku kecil. Karena dulu aku penjaga toko, umur 10 tahun, di toko kosmetik kakakku. Aku sangat suka sama satu brand kosmetik yang warna kemasannya seperti ini. Ini menjadi warna yang tetap membersamai aku," ungkap Billy.

Kolaborasi lintas negara dan harapan keberlanjutan

Foto Bersama Narasumber Dengan Para Desainer Indonesia(JF3)

Di samping nama-nama tersohor dari dalam negeri seperti Tities Sapoetra, Hartono Gan, LAKON Indonesia, hingga Howard Laurent, perhelatan JF3 tahun ini pun mendatangkan melampaui 50 perancang busana serta jenama dari kawasan Asia sampai Eropa. Kemitraan berskala internasional yang masif ini menjadi salah satu daya pikat utama pelaksanaan tahun ini. 

Pada perhelatan di tahun terdahulu, JF3 sempat menggandeng desainer asal Prancis Victor Clavelly yang mengusung jajaran busana bertajuk "Les Fragments". Tahun ini, Prancis pun kembali berstatus sebagai salah satu rekan internasional JF3 lewat andil empat perancang busana yang bakal menampilkan karya mereka di Jakarta.

Dari barisan perancang asal Prancis itu, terdapat nama Louise Marcaud yang hadir kembali usai tahun lalu sempat mengikuti agenda residensi budaya JF3 dan menyuguhkan koleksi anyar yang terilhami dari kain tenun lurik khas Indonesia. 

Tidak cuma itu, jenama TAREET dari Prancis pun bakal saling bersinergi dengan merek lokal DENIMITUP, sedangkan École Duperré Paris bakal melangsungkan ekshibisi bersama para peserta inkubasi PINTU serta finalis Future Fashion Designer 2026. Dari regional Asia, JF3 juga mendatangkan perancang busana asal Filipina, Laos, Singapura, dan Korea Selatan demi memperluas jangkauan komunikasi kreatif di tingkat kawasan. 

Di samping panggung peragaan, JF3 kembali menyuguhkan aneka agenda akselerasi industri layaknya Future Fashion Designer, JF3 Model Search, program inkubasi PINTU, Fashion Village, hingga CODE.STRT yang menitikberatkan pada kultur streetwear.

Menurut pandangan Thresia, seluruh rangkaian agenda itu dikonsep sedemikian rupa agar jalinan relasi antarpelaku usaha tidak langsung terputus setelah gelaran usai.

"Saya harap desainer-desainer yang berpartisipasi di JF3, di Pintu, maupun brand yang hadir, bisa memanfaatkan platform ini semaksimal mungkin. Bahkan kalau gala dinner, kami mengharapkan itu menjadi ajang membangun koneksi. Berkenalanlah dengan yang lain. Siapa tahu bisa berkolaborasi atau berkoneksi," ujar Thresia.

JF3 Fashion Festival 2026 bakal digulirkan pada tanggal 23–29 Juli 2026 di Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading. Fashion Village bakal menyapa publik hingga tanggal 2 Agustus 2026, sedangkan agenda CODE.STRT dilaksanakan di Summarecon Mall Serpong pada tanggal 30 Juli–9 Agustus 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index