JAKARTA – PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) menaruh optimisme tinggi bahwa pengeluaran untuk teknologi data kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI), keamanan siber (cybersecurity), serta infrastruktur teknologi informasi dari korporasi sanggup mendongkrak performa perseroan sampai penghujung tahun.
Presiden Direktur MTDL Susanto Djaja menyatakan pihaknya bakal mengandalkan pertumbuhan dari lini segmen Business Solutions and Consulting sepanjang paruh kedua tahun ini setelah kinerja paruh pertama 2026 sebelumnya ditopang oleh sektor distribusi.
"Perusahaan yang tadinya banyaknya wait and see, sekarang mau tidak mau investasi IT harus direalisasikan juga. Mereka perlu investasi untuk data dan AI, untuk cybersecurity," ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, apabila sebelumnya banyak pihak korporasi masih bersikap menunggu dan melihat (wait and see), saat ini kebutuhan untuk menanamkan modal di sektor teknologi dirasa semakin sulit untuk ditunda, khususnya demi keperluan data, kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI), keamanan siber (cybersecurity), serta berbagai infrastruktur teknologi informasi pendukung lainnya.
Susanto mengemukakan bahwa memasuki paruh kedua tahun ini, kalangan korporasi pada akhirnya terpaksa merealisasikan anggaran belanja teknologi informasi yang sebelumnya telah direncanakan. Penundaan investasi lanjutan ini justru berisiko memunculkan kerugian yang lebih besar, utamanya ketika eskalasi ancaman terhadap keamanan siber kian meningkat.
Menyongsong paruh kedua 2026, MTDL memfokuskan strategi bisnisnya guna menyerap peluang dari pos belanja IT korporasi, terkhusus pada pengerjaan proyek-proyek yang bersinggungan langsung dengan teknologi AI, pengelolaan data, keamanan siber, serta solusi digital komprehensif lainnya.
Perseroan berkomitmen mengoptimalkan langkah percepatan mulai dari tahap negosiasi hingga tuntasnya realisasi proyek agar kontribusi dari lini solusi serta konsultasi dapat terdongkrak naik. Di samping itu, manajemen juga akan memastikan rangkaian proses pengiriman maupun implementasi berjalan sesuai dengan jadwal.
"Semester II/2026, kami berupaya untuk menyasar belanja korporasi untuk IT termasuk spending AI dan security dan lain-lainnya, supaya kami bisa close the deal," tuturnya.
Berbekal strategi matang tersebut, MTDL optimis mampu mengamankan tren pertumbuhan bisnis hingga akhir 2026 sekaligus mengejar target kenaikan laba bersih serta pendapatan di kisaran 10%. Sementara itu, untuk lini bisnis distribusi, perseroan merasa jauh lebih percaya diri usai mencatatkan angka pertumbuhan melampaui 20% pada semester I/2026.
Merujuk pada catatan laporan keuangan paruh pertama 2026, MTDL berhasil mengantongi kinerja pertumbuhan pendapatan yang solid dengan persentase kenaikan mencapai 16,7% secara tahunan (year on year / YoY), yang mana topangan utamanya bersumber dari lini perdagangan produk-produk teknologi.
Peningkatan tersebut disumbangkan oleh dua pilar bisnis utama perseroan, yakni lini Distribution serta Business Solutions and Consulting. Sektor distribusi sukses menorehkan pertumbuhan di atas angka 20%, sedangkan segmen Business Solutions and Consulting tumbuh pada kisaran 3%.
Dalam unit bisnis distribusi, MTDL mengelola beragam kategori barang dagangan, mulai dari perangkat komputer meja (PC), laptop, telepon pintar (smartphone), perangkat telekomunikasi, hingga produk-produk komersial. Porsi kontributor terbesar atas pertumbuhan ini berasal dari lini PC, laptop, serta smartphone.
Kenaikan pada sektor distribusi ini tidak semata-mata dipicu oleh lonjakan volume unit yang terjual. Peningkatan harga jual produk teknologi turut ambil bagian dalam memberikan sumbangsih terhadap pertumbuhan nilai transaksi secara keseluruhan.
Khusus untuk segmen smartphone, tren kenaikan turut disokong oleh pergeseran perilaku konsumen yang kini kian mengutamakan prinsip efisiensi bernilai tinggi (value for money). Para pembeli cenderung menjatuhkan pilihan pada perangkat yang dibanderol harga relatif terjangkau namun tetap menyuguhkan spesifikasi serta fitur yang optimal.
Kendati lini distribusi bertumbuh melebihi 20% sepanjang semester I/2026, ia menilai bahwa laju pertumbuhan segmen tersebut pada paruh kedua tahun ini berpeluang berjalan lebih moderat. Sebaliknya, perseroan justru memandang adanya potensi ekspansi pertumbuhan yang jauh lebih menjanjikan pada sektor Business Solutions and Consulting di paruh kedua 2026.