KPR TOD Manggarai: BTN Tawarkan Tenor 40 Tahun Bunga 6 Persen

KPR TOD Manggarai: BTN Tawarkan Tenor 40 Tahun Bunga 6 Persen
Groundbreaking Hunian [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menghadirkan skema KPR bersubsidi dengan jangka waktu hingga 40 tahun serta tingkat suku bunga 6 persen sampai lunas guna memperluas jangkauan masyarakat pada tempat tinggal vertikal terjangkau di Transit Oriented Development (TOD) Manggarai Jakarta.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu seusai Groundbreaking Hunian Terjangkau Manggarai di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa formula pembiayaan jangka panjang ini dirancang untuk membukakan jalan yang lebih lebar bagi publik untuk memiliki hunian di pusat kota dengan beban angsuran yang lebih terjangkau serta jaminan kepastian bunga dalam jangka panjang.

“Memang mandat kami mengurus rumah rakyat. Skema KPR-nya ini kami coba yang 40 tahun dengan bunga 6 persen sampai lunas. Jadi bunganya tidak akan berubah,” ujar dia.

Nixon menuturkan bahwa daya pikat Hunian Manggarai berada pada paduan harga yang ramah di kantong serta lokasinya di jantung kota yang menempel dengan simpul transportasi publik. BTN bakal menjaga patokan harga hunian pada proyek tersebut berada di bawah angka Rp600 juta.

Pihaknya, kata dia, bakal menerapkan asas kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan dengan menyesuaikan proses transaksi pembelian seiring laju progres konstruksi proyek demi menjamin perlindungan konsumen. Di samping itu, pembahasan perihal alokasi pembiayaan konstruksi kepada KAI Properti masih terus berlangsung.

Menurut pandangan Nixon, Hunian Manggarai menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi pengembangan kawasan hunian vertikal terjangkau di kawasan tengah Kota Jakarta. Skema ini berpotensi diadopsi pada area di sekitar stasiun maupun simpul transportasi umum lainnya, seiring dengan makin menyusutnya ketersediaan serta tingginya harga tanah untuk rumah tapak di perkotaan besar.

Menurut dia, hunian vertikal yang terintegrasi langsung dengan jaringan transportasi publik juga makin selaras dengan kebutuhan warga perkotaan, termasuk generasi muda yang mengedepankan kepraktisan mobilitas dan jarak yang dekat dengan pusat kegiatan.

Lebih lanjut, untuk melapangkan akses publik menuju Hunian Manggarai, BTN mematangkan dua opsi pembiayaan, yakni Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan KPR komersial (nonsubsidi).

Opsi FLPP dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang memenuhi standar kualifikasi pemerintah, sedangkan jalur KPR nonsubsidi disiapkan demi menjangkau cakupan segmen masyarakat yang lebih luas.

Ia memaparkan bahwa untuk KPR nonsubsidi, BTN turut menyediakan penawaran khusus berupa uang muka (down payment) mulai dari 5 persen beserta promo suku bunga yang kompetitif.

Penyediaan kedua alternatif ini memberikan fleksibilitas pilihan kredit yang dapat diselaraskan dengan kebutuhan serta daya beli calon pembeli Hunian Manggarai.

Kehadiran opsi skema FLPP tersebut sejalan dengan target pengembangan Hunian Manggarai dalam menyediakan tempat tinggal yang layak dan terjangkau di tengah kota bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masuk kualifikasi pemerintah.

Berdampingan dengan momen groundbreaking, BTN bersama PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) turut menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Hunian Manggarai.

Pernyataan kerja sama tersebut ditandatangani oleh Nixon bersama Direktur Utama KAI Properti Mohamad Ramdany, sebagai kelanjutan atas kemitraan BTN dan KAI yang sebelumnya telah dirintis lewat Nota Kesepahaman.

Cakupan kerja sama ini meliputi perumusan opsi pembiayaan, penyediaan fasilitas perbankan dan transaksi, aktivitas pemasaran bersama, hingga dukungan akses pembiayaan bagi calon konsumen.

BTN turut memfasilitasi aplikasi balé by BTN sebagai salah satu sarana pendaftaran minat serta transaksi pembayaran Nomor Urut Pemesanan (NUP) Hunian Manggarai.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan apresiasi atas kontribusi BTN dalam skema pembiayaan rumah subsidi.

Menurutnya, keandalan kapasitas BTN dalam mengelola penyaluran FLPP sanggup mengakselerasi pengembangan proyek hunian serupa dengan mengoptimalkan aset tanah KAI di berbagai wilayah lain.

Proyek Hunian Manggarai ini dikembangkan di atas hamparan lahan seluas kurang lebih 2,2 hektare dan diproyeksikan mencakup delapan menara (tower) setinggi 24 lantai. Sebanyak 1.276 unit akan didirikan di Blok G yang terbagi ke dalam tiga menara, sedangkan Blok F bakal menampung lima menara dengan total 2.508 unit.

Secara keseluruhan, kawasan proyek ini juga dilengkapi dengan 150 unit area ritel pendukung, dengan variasi pilihan unit mulai dari tipe studio 28 hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur. Pengerjaan keseluruhan proyek ini ditargetkan tuntas dalam kurun waktu sekitar 18 bulan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index