Riset 3 Tahun: Otak Lansia Tetap Bisa Tajam, Ini Rahasianya

Riset 3 Tahun: Otak Lansia Tetap Bisa Tajam, Ini Rahasianya

EDUKASIEKONOMI.COM — Selama ini banyak yang percaya kemampuan berpikir akan menurun seiring bertambahnya usia. Namun riset dari Center for BrainHealth, University of Texas at Dallas, menunjukkan hal sebaliknya. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Scientific Reports ini melibatkan partisipan berusia 19 hingga 94 tahun, dan hasilnya cukup mengejutkan.

Setelah menjalani program pelatihan selama tiga tahun, hampir semua kelompok usia menunjukkan peningkatan fungsi otak. Mulai dari fokus, memori, ketahanan kognitif, hingga kemampuan mengelola emosi dan rasa memiliki tujuan hidup.

Kabarnya, Otak Punya Kemampuan Pulih

Data yang diambil dari inisiatif The BrainHealth Project ini menemukan fakta menarik. Peserta dengan skor kognitif awal terendah justru menunjukkan potensi perkembangan paling besar. Artinya, kondisi otak yang kurang baik bukan vonis mati.

Stacey Vernon, kepala adult assessment di Center for BrainHealth, menjelaskan bahwa penelitian ini bahkan menemukan efek pemulihan. Ketika kemampuan peserta sempat menurun, ada potensi untuk bangkit kembali. Kuncinya ada pada konsistensi.

Peserta yang meluangkan waktu 5-15 menit setiap hari untuk latihan kognitif singkat dan membangun kebiasaan sehat memperlihatkan hasil yang lebih baik dibanding mereka yang berlatih intensif tapi tidak rutin.

Enam Kebiasaan Kecil yang Perlu Kamu Coba Mulai Sekarang

Kesehatan otak ternyata tidak hanya soal bermain teka-teki silang atau sudoku. Pola tidur, gerak tubuh, dan cara kita bekerja juga berpengaruh besar. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa mulai diterapkan:

1. Hentikan Kebiasaan Multitasking
Mengerjakan banyak hal sekaligus memang terasa produktif, tapi sebenarnya menguras energi otak. Vernon menyarankan untuk melatih single-tasking. Fokus pada satu pekerjaan selama 45 menit, matikan notifikasi, dan jauhkan diri dari distraksi.

2. Gerak Badan dan Perbaiki Pola Makan
Neurolog dari Kaiser Permanente Maryland, Ejaz Shamim, merekomendasikan olahraga intensitas sedang 30 menit setiap hari. Kombinasikan dengan pola makan Mediterania yang kaya buah, sayur, biji-bijian, dan ikan untuk dukungan nutrisi optimal.

3. Jauhi Rokok dan Batasi Alkohol
Kebiasaan buruk ini tidak hanya merusak paru-paru dan hati, tapi juga mempercepat penurunan kognitif. Lebih baik berhenti sekarang daripada menunggu usia lanjut.

4. Beri Jeda untuk Otak
Terlalu lama memforsir pikiran bikin otak lelah dan mudah terdistraksi. Luangkan waktu 3-5 menit tanpa teknologi dan tanpa kewajiban memikirkan apa pun. Biarkan otak "bernapas" sejenak sebelum lanjut beraktivitas.

5. Konsistensi Lebih Penting daripada Intensitas
Tidak perlu langsung mengubah hidup secara drastis. Shamim menekankan pentingnya menemukan aktivitas, makanan, dan olahraga yang benar-benar kamu nikmati. Dengan begitu, kebiasaan sehat terasa ringan dan mudah dipertahankan.

6. Terus Tantang Diri
Otak butuh stimulasi agar tetap aktif. Pelajari bahasa baru, mainkan alat musik, atau coba permainan strategi seperti catur. Aktivitas ini membantu membentuk koneksi saraf baru yang menjaga otak tetap lincah.

Pada akhirnya, kesehatan otak adalah investasi jangka panjang. Tidak perlu menunggu tua untuk mulai menjaganya. Kebiasaan kecil yang dilakukan hari ini akan menentukan ketajaman pikiranmu di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index