EDUKASIEKONOMI.COM — Perjalanan menuju Dusun Watu Hedok bukan perkara mudah. Terletak di puncak bukit Kecamatan Lamba Leda, lokasi ini berjarak sekitar 15 kilometer dari Kecamatan Reok dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki setelah melewati sungai selebar 100 meter dengan kedalaman air setinggi pinggang orang dewasa.
Erly Yeniska Hermitasari, relawan Pertamina Patra Niaga dari Regional Jatimbalinus, menuturkan tim harus menyeberangi sungai sambil membawa bahan makanan, obat-obatan, terpal, matras, hingga perlengkapan bayi. Setelah menyeberang, perjalanan menanjak menanti dengan kondisi sandal basah hingga kering sendiri di jalan.
"Ternyata di atas sana ada area landai yang diisi sekitar 18 bangunan rumah. Posisi rumah mereka membentuk huruf 'U', dan di bagian tengahnya dibuatkan tenda darurat bersama untuk tidur anak-anak dan lansia," tutur Erly dalam keterangan resmi, Rabu (26/8/2026).
Cuaca Ekstrem dan Warga yang Tak Berani Tidur di Rumah
Kondisi warga Dusun Watu Hedok memprihatinkan. Selain anak-anak dan lansia, terdapat warga penderita stroke yang membutuhkan penanganan medis segera. Ketakutan akan gempa susulan membuat warga memilih bertahan di tenda darurat ketimbang tidur di dalam rumah.
"Cuaca di sana sangat ekstrem. Siang hari sangat panas dan malam hari sangat dingin seperti di puncak gunung. Warga tidak berani tidur di dalam rumah karena takut gempa susulan. Bantuan yang masuk ke lokasi perbukitan itu benar-benar baru dari Pertamina," kata Erly.
Haru Warga yang Sudah Berhari-hari Menanti Bantuan
Kedatangan tim relawan disambut haru. Rudoltus Wol, salah satu warga, mengaku pasrah setelah berhari-hari menantikan uluran tangan yang tak kunjung tiba. Ia menyebut tim Pertamina dari Posko Reo adalah pihak pertama yang berhasil mencapai dusun mereka.
"Pertamina betul-betul peduli dengan kami yang sedang tertimpa musibah saat ini. Puji Tuhan, atas kedatangan Ibu dan Bapak ke sini, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan. Baru tim dari Pertamina Posko Reo yang bisa muncul dan sampai ke tempat kami," ungkap Rudoltus.
Komitmen Hadir di Tengah Krisis
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan keberhasilan tim menembus daerah terpencil merupakan wujud komitmen perusahaan hadir di tengah masyarakat pada situasi krisis. Perusahaan memastikan seluruh warga terdampak bencana mendapatkan bantuan logistik secara merata, termasuk di pelosok.
"Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus mengamankan ketahanan energi nasional, tetapi juga sigap bertindak dalam penanggulangan bencana kemanusiaan. Kami berkomitmen untuk terus bergerak cepat, menerjang medan tersulit sekalipun, demi mendampingi dan meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan," tegas Kitty.
Gempa yang mengguncang NTT kali ini menjadi ujian nyata koordinasi penanggulangan bencana di wilayah timur Indonesia. Akses geografis yang sulit kerap menjadi hambatan utama distribusi bantuan, menjadikan peran serta korporasi seperti Pertamina krusial dalam menjangkau titik-titik yang belum tersentuh pemerintah.