5 Fakta Teleskop Roman yang Bikin Hubble Terlihat Lambat

5 Fakta Teleskop Roman yang Bikin Hubble Terlihat Lambat

EDUKASIEKONOMI.COM — Setelah bertahun-tahun dirancang, Teleskop Luar Angkasa Nancy Grace Roman akhirnya lepas landas dari Kennedy Space Center, Florida, menggunakan roket SpaceX Falcon Heavy. Harganya 4 miliar dolar AS, dan misinya akan mengubah cara manusia memahami alam semesta.

1. Kamera Raksasa 300 Megapiksel

Teleskop ini membawa Wide Field Instrument, kamera inframerah dengan resolusi sekitar 300 megapiksel. Bukan untuk foto galaksi tunggal, melainkan untuk memotret area langit yang sangat luas dalam satu bidikan.

Dengan sudut pandang 100 kali lebih lebar dari Hubble, instrumen ini bekerja seperti lensa ultra-wide kosmik. Ia melengkapi ketajaman zoom milik James Webb Space Telescope.

2. Kecepatan Memindai 1.000 Kali Lipat Hubble

Dalam lima tahun pertama operasinya, Roman akan memotret area langit 50 kali lebih luas dari total hasil pemotretan Hubble selama 30 tahun. Angka ini dimungkinkan berkat kombinasi bidang pandang lebar dan kecepatan prosesor di dalamnya.

Padahal diameter cermin utamanya sama persis dengan Hubble, yaitu 2,4 meter. Perbedaannya ada pada desain instrumen dan teknologi sensor yang jauh lebih mutakhir.

3. Misi Utama: Memburu Materi dan Energi Gelap

Roman ditempatkan di orbit Lagrange Point 2 (L2), 1,5 juta kilometer dari Bumi. Dari posisi itu, ia bertugas mengukur tarikan gravitasi materi gelap dan dorongan energi gelap yang menyusun 95 persen alam semesta.

Setiap hari, teleskop ini memproduksi data sekitar 1,3 terabita (TB) untuk membangun atlas 3D alam semesta. Data tersebut akan menjadi peta paling detail yang pernah dibuat manusia tentang struktur kosmos.

4. Sosok di Balik Nama "Ibu Hubble"

Wahana ini dinamai dari Nancy Grace Roman, Kepala Astronomi pertama NASA. Ia dijuluki "Ibu Hubble" karena memelopori lahirnya Teleskop Hubble pada masanya.

Julie McEnery, Kepala Ilmuwan Proyek Teleskop Roman, menyebut peluncuran ini sebagai titik awal bagi para ilmuwan. "Rasanya kami sedang berdiri di tepi tebing dan bersiap melangkah menuju hal yang belum diketahui," ujarnya dikutip dari Reuters.

5. Bonus: Mencari Ribuan Eksoplanet Baru

Selain memetakan galaksi, Roman dijadwalkan menemukan ribuan eksoplanet di luar tata surya. Kamera inframerahnya mampu mendeteksi planet-planet yang selama ini luput dari pengamatan teleskop lain.

Administrator NASA, Jared Isaacman, optimistis dengan masa depan observatorium ini. "Roman akan memberikan Bumi sebuah atlas alam semesta yang baru," katanya dikutip dari AFP. NASA menargetkan gambar resolusi tinggi perdana dari teleskop ini tiba sebelum libur akhir tahun 2026.

Misi utama Roman berjalan lima tahun dengan cadangan bahan bakar cukup untuk perpanjangan hingga sepuluh tahun. Jika semua berjalan lancar, nama ini akan sejajar dengan Hubble dan James Webb sebagai instrumen penemuan besar.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index