Danantara Siap Ambil Alih Beban Keuangan WIKA dan KAI di KCIC

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:45:02 WIB
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria. (Foto: NET)

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan solusi guna merampungkan masalah beban keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) serta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang bersumber dari proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCIC). 

Keputusan tersebut dijadwalkan rampung dalam beberapa pekan ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengelola BUMN, Dony Oskaria, usai mengikuti agenda Presidential Briefing Kadin Indonesia bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026). 

Menurut Dony, penyelesaian ini merupakan bagian dari langkah Danantara dalam membenahi berbagai masalah warisan masa lalu di lingkup BUMN sebelum tahapan konsolidasi dijalankan.

"Jadi juga teman-teman perlu tahu ya. Mesti dilihat perspektif yang lebih luas mengenai BUMN ini. Kami ini yang baru ini kan sebenarnya menyelesaikan problem-problem yang ada," ujar Dony.

Dony menjelaskan bahwa tantangan pada BUMN tidak terbatas pada proyek KCIC saja, melainkan mencakup sejumlah perusahaan pelat merah lain yang menghadapi persoalan finansial, seperti PT Pos Indonesia, grup Adhi Karya, hingga sektor properti BUMN.

"Problem-problem ini kan sudah ada sebelumnya dengan dimensi yang luar biasa. Besarnya kan. Nah tentu energinya juga terbatas. Satu-satu harus diberesin. Ini belum selesai. Masih banyak,” katanya.

Terkait proyek kereta cepat, Dony mengakui bahwa WIKA menanggung beban berat akibat kepemilikan saham di KCIC serta adanya tagihan yang belum terselesaikan. 

Kendati demikian, pemerintah memastikan tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut dan berupaya menuntaskannya secara bertahap agar kondisi keuangan perusahaan kembali sehat dan tepat.

Ketika disinggung mengenai skema penyelesaian utang KAI dan WIKA, Dony mengisyaratkan bahwa salah satu opsi utama yang sedang disiapkan adalah pengambilalihan beban tersebut oleh pemerintah. Saat ditanya apakah langkah itu berupa takeover, ia tidak menampik kemungkinan tersebut.

"Insya Allah kemungkinan akan dilakukan dengan pola demikian. Akan dihibahkan," ucap Dony, sembari menambahkan bahwa pengumuman resmi akan segera disampaikan setelah seluruh tahapan administratif selesai.

Terkini

RAJA Cetak Laba Bersih US$28,9 Juta pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:56:01 WIB

Kinerja GGRM: Pendapatan Turun, Laba Naik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:54:31 WIB

BYAN Raup Laba Bersih Rp7,32 T pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:51:31 WIB