BYAN Raup Laba Bersih Rp7,32 T pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:51:31 WIB
Emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), mencatatkan pertumbuhan pendapatan serta laba bersih sepanjang paruh pertama tahun 2026. (Foto: NET)

JAKARTA - Emiten batu bara milik Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), mencatatkan pertumbuhan pendapatan serta laba bersih sepanjang paruh pertama tahun 2026. 

Perusahaan membukukan laba bersih senilai US$410,25 juta atau setara dengan Rp7,32 triliun (berdasarkan kurs Rp17,856 per dolar AS).

Perolehan laba bersih tersebut mengalami peningkatan sebesar 17,47% apabila dibandingkan dengan periode serupa tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$349,24 juta.

Kenaikan laba bersih itu salah satunya ditopang oleh bertambahnya pendapatan BYAN yang menembus angka US$1,74 miliar atau setara Rp31,07 triliun. 

Pada paruh pertama 2025, perusahaan sebelumnya mengantongi pendapatan sejumlah US$1,62 miliar, yang menunjukkan adanya kenaikan tahunan sebesar 7,29%.

Sumber pendapatan BYAN tersebut berasal dari transaksi penjualan batu bara kepada pihak ketiga senilai US$1,67 miliar, serta kepada pihak berelasi sebesar US$54,14 juta. Di samping itu, perolehan dari sektor non-batu bara mencapai US$6,4 juta.

Pelanggan yang tercatat melakukan pembelian batu bara BYAN dengan porsi lebih dari 10% adalah TNB Fuel Services Sdn. Bhd. dengan nilai transaksi mencapai US$62,08 juta.

Lebih lanjut, perusahaan mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar US$1,12 miliar, yang mengalami kenaikan 2,65% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang bernilai US$1,09 miliar.

Berkat pencapaian tersebut, BYAN mengantongi laba bruto sebesar US$615,5 juta atau mengalami lonjakan 16,96% secara tahunan dari posisi sebelumnya yang berada di angka US$526,3 juta.

Menjelang penutupan Juni 2026, total aset BYAN tercatat sebesar US$3,78 miliar, mengalami kenaikan dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar US$3,37 miliar. 

Sejalan dengan itu, jumlah liabilitas perusahaan turut meningkat dari US$680 juta pada akhir 2025 menjadi US$1,19 miliar pada akhir paruh pertama 2026.

Kendati demikian, jumlah ekuitas BYAN mengalami penurunan menjadi US$2,58 miliar pada semester I/2026, dari catatan sebelumnya yang senilai US$2,69 miliar pada akhir tahun 2025.

Terkini

RAJA Cetak Laba Bersih US$28,9 Juta pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:56:01 WIB

Kinerja GGRM: Pendapatan Turun, Laba Naik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:54:31 WIB

BYAN Raup Laba Bersih Rp7,32 T pada Semester I/2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:51:31 WIB