EDUKASIEKONOMI.COM — Prasasti peresmian proyek LRT baru yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto menjadi perbincangan setelah ditemukan kesalahan ejaan pada tulisannya. Momen itu terungkap dari unggahan yang beredar di media sosial dan memicu beragam komentar warganet.
Unggahan yang memperlihatkan prasasti tersebut beredar luas dan dikomentari banyak pengguna. Hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai siapa pihak yang menyiapkan teks prasasti itu.
Kesalahan Ejaan yang Jadi Sorotan
Dari gambar yang beredar, teks pada prasasti memuat kata yang penulisannya tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia. Detail kesalahan itu yang kemudian dibandingkan warganet dengan aturan baku ejaan.
Prasasti tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo sebagai penanda diresmikannya proyek LRT. Belum ada informasi apakah teks prasasti akan diperbaiki atau diganti.
Reaksi Warganet
Kolom komentar unggahan itu dipenuhi tanggapan yang menyoroti pentingnya pengecekan ulang sebelum sebuah prasasti dicetak. Sebagian warganet menyebut kesalahan tersebut sebagai hal yang seharusnya mudah dihindari.
Ada pula yang mengaitkannya dengan proses kerja panitia peresmian. Namun tidak ada data pasti soal jumlah unggahan ulang atau komentar terkait peristiwa ini.
Catatan soal Prasasti Peresmian
Prasasti biasanya dibuat permanen dan dipasang di lokasi proyek sebagai penanda waktu peresmian. Karena sifatnya yang menetap, kesalahan penulisan pada prasasti cenderung lebih lama terlihat dibandingkan kesalahan pada media sementara.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai kesalahan ejaan tersebut. Publik menunggu apakah akan ada klarifikasi atau langkah perbaikan.