EDUKASIEKONOMI.COM — Membedakan ikan cupang jantan dan betina ternyata tidak sesederhana melihat warna atau ukuran siripnya. Sebab, cupang jantan jenis plakat punya sirip pendek yang sekilas mirip betina, sehingga penentuan jenis kelamin butuh minimal dua ciri kuat sekaligus.
Penggemar ikan cupang di kota-kota besar terus bertambah, terutama sejak tren memelihara ikan hias makin ramai di media sosial. Salah satu kebingungan yang paling sering muncul adalah cara membedakan cupang jantan dan betina. Padahal, salah identifikasi bisa berujung pada pertengkaran ikan di satu wadah atau rencana breeding yang gagal.
Penentuan jenis kelamin cupang sebaiknya tidak bertumpu pada satu tanda saja. Sejumlah karakter bisa tampak serupa pada jantan dan betina, jadi pengamatan perlu dilakukan secara bersamaan.
Egg Spot Jadi Petunjuk Paling Kuat
Tanda paling meyakinkan ada pada egg spot atau ovipositor, yakni titik putih atau krem kecil di bagian bawah tubuh. Posisinya berada di antara sirip perut dan sirip anal.
Egg spot yang jelas biasanya menandakan ikan berjenis kelamin betina. Meski begitu, tanda ini belum tentu terlihat pada ikan yang masih muda atau sedang stres.
Bentuk Tubuh dan Sirip yang Khas
Cupang betina umumnya bersirip lebih pendek dan kompak dibandingkan jantan, dengan bentuk yang cenderung membulat. Bagian perutnya juga tampak lebih lebar, terutama saat membawa telur.
Sementara cupang jantan punya tubuh lebih ramping. Namun, panjang sirip tetap harus dicek bersama ciri lain karena cupang jantan plakat bersirip pendek dan sekilas menyerupai betina.
Ukuran tubuh juga tidak bisa dijadikan patokan utama. Pertumbuhan ikan dipengaruhi faktor genetik dan pola makan, bukan semata jenis kelamin.
Janggut, Breeding Bars, dan Perilaku
Janggut adalah membran gelap di bawah penutup insang. Pada cupang jantan, bagian ini lebih besar dan mencolok ketika ikan mengembangkan insangnya. Cupang betina juga memilikinya, tetapi ukurannya lebih kecil dan sering tertutup penutup insang.
Cupang betina yang siap berkembang biak dapat memperlihatkan breeding bars, yaitu garis vertikal terang dan gelap di tubuhnya. Pola ini berbeda dengan stress stripes yang arahnya horizontal dan bisa muncul pada jantan maupun betina.
Soal agresivitas, cupang betina tetap bisa bersikap agresif, terutama saat mempertahankan wilayah. Karena itu, perilaku galak bukan bukti pasti bahwa ikan berkelamin jantan.
Warna Bukan Penentu Jenis Kelamin
Warna tubuh tidak bisa dipakai sebagai penentu jenis kelamin. Cupang betina juga bisa berwarna cerah, sedangkan jantan tidak selalu mencolok.
Genetik, usia, kondisi kesehatan, dan tingkat stres turut memengaruhi tampilan warna ikan. Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan hanya dari warna sisiknya.
Tips Praktis Sebelum Membeli
Amati ikan dalam kondisi tenang, bukan saat baru dipindahkan dari kantong plastik. Perhatikan setidaknya dua ciri kuat sekaligus, misalnya egg spot plus bentuk tubuh membulat.
Kalau ragu, tanyakan langsung ke penjual soal usia dan riwayat ikan. Untuk keperluan breeding, pastikan identifikasi jenis kelamin sudah benar agar tidak salah pasang.
Mengenali cupang betina memang butuh ketelitian, bukan sekadar tebak-tebakan dari warna atau besar kecilnya sirip. Gabungkan beberapa ciri sekaligus, dan hasilnya jauh lebih akurat.