EDUKASIEKONOMI.COM — Sebanyak 30 pelaku UMKM aktif di Kota Bandung dan sekitarnya mengikuti pelatihan literasi keuangan dan keamanan digital yang digelar PT Bank Hibank Indonesia bersama Mien R. Uno Foundation. Program bertema "Kantong Aman: Pahami dan Lindungi Keuangan UMKM" ini menyasar pemilik toko fisik yang tengah beradaptasi dengan ekosistem pembayaran digital. Pelatihan difokuskan agar pelaku usaha mampu mengelola arus kas dan melindungi data bisnisnya, bukan sekadar menjadi konsumen layanan digital.
Kegiatan berlangsung di Conclave Bandung dan dikemas sebagai pelatihan intensif satu hari. hibank menyebut program ini sebagai bagian dari perannya sebagai Orkestrator UMKM, dengan fokus pada peningkatan literasi keuangan, keamanan digital, serta penguatan kapasitas usaha berkelanjutan.
Jawab Kerentanan UMKM Jawa Barat
hibank menilai adopsi layanan digital di kalangan UMKM Jawa Barat tumbuh pesat, tetapi tidak diimbangi pemahaman finansial yang memadai. Dua persoalan yang disorot adalah tingginya angka pinjaman online tidak produktif dan kerentanan keamanan siber.
Kondisi itu membuat pelaku usaha berisiko terjebak sebagai konsumen digital tanpa kemampuan mengelola arus kas. hibank memandang akselerasi digitalisasi pasar perlu dibarengi proteksi dan literasi finansial yang tepat.
Kurikulum Pelatihan dan Simulasi Usaha Sirkular
Materi pelatihan mencakup Manajemen Literasi Keuangan Usaha dan Fundamental Keamanan Digital. Peserta juga mengikuti sesi workshop ramah lingkungan berupa pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar limbah minyak jelantah.
Sesi itu dirancang untuk menginspirasi peserta soal diversifikasi produk dan konsep usaha sirkular berkelanjutan. Pendekatan ini menyasar pelaku UMKM yang ingin memperluas lini usaha tanpa menambah beban modal besar.
Perkenalan Aplikasi hi by hibank
Dalam kesempatan yang sama, peserta diperkenalkan langsung dengan aplikasi mobile banking hi by hibank. Aplikasi itu diposisikan sebagai solusi terpadu bagi pelaku usaha.
Fitur yang ditawarkan mencakup perencanaan modal, pencatatan transaksi kas harian, penerimaan pembayaran digital lewat QRIS, hingga akses pembiayaan. hibank menyebut fitur pembiayaan itu dirancang sehat dan terpercaya, dapat diakses langsung dari ponsel.
Alasan hibank Pilih Pendampingan, Bukan Bantuan Sesaat
Direktur Finance PT Bank Hibank Indonesia Ricky Budiono menyatakan tanggung jawab sosial perusahaan bukan pemberian bantuan sosial sesaat. Menurutnya, program ini merupakan investasi berkelanjutan untuk membangun resiliensi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
"Bagi hibank, tanggung jawab sosial perusahaan bukan sekadar pemberian bantuan sosial sesaat, melainkan investasi berkelanjutan dalam membangun resiliensi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah," ujar Ricky Budiono.
Ricky menambahkan Kota Bandung dipilih karena reputasinya sebagai kota kreatif dengan aktivitas wirausaha yang dinamis. hibank ingin memastikan pengusaha UMKM di sana memiliki fondasi manajemen keuangan yang kuat dan pemahaman risiko digital yang memadai.
"Melalui program 'Kantong Aman', kami mendampingi mereka dari hulu ke hilir—mulai dari pencatatan keuangan yang rapi, perlindungan data usaha, hingga adaptasi ekosistem keuangan modern melalui platform digital kami," ujar Ricky Budiono.
Apa Artinya bagi Pelaku UMKM Bandung
Pelatihan ini menyasar pemilik toko fisik yang sudah punya arus transaksi harian, bukan usaha rintisan yang baru mulai. Bagi kelompok itu, pencatatan kas yang rapi dan pemahaman risiko digital menjadi syarat untuk mengakses pembiayaan formal.
hibank menempatkan program CSR-nya sebagai pintu masuk bagi UMKM agar terhubung dengan layanan perbankan digital perseroan. Pola ini lazim dipakai bank untuk membangun basis nasabah usaha mikro sekaligus memperkuat posisi di segmen UMKM.