Amankah Ibu Hamil Makan Makanan Pedas? Ini Faktanya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:10:01 WIB
Ilustrasi - Ibu hamil sedang makan. (Foto: NET)

JAKARTA — Keinginan menikmati hidangan bercita rasa pedas sering kali muncul pada masa kehamilan. Ragam sajian, mulai dari sambal hingga cabai, kerap menjadi santapan yang paling dicari oleh sebagian ibu hamil.

Walau demikian, kekhawatiran bahwa makanan pedas dapat membahayakan janin atau merangsang persalinan masih sering beredar. 

Para ahli menegaskan bahwa pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Apabila dikonsumsi dalam takaran yang wajar, makanan pedas umumnya aman bagi ibu hamil serta tidak terbukti mengancam tumbuh kembang janin.

Kendati begitu, hidangan pedas berpotensi memicu sejumlah gangguan pencernaan yang kerap timbul selama masa mengandung.

Perawat persalinan sekaligus doula, Shandra Scruggs, RN, menerangkan bahwa belum ada catatan ilmiah yang memperlihatkan konsumsi makanan pedas dalam porsi moderat mendatangkan ancaman bagi janin.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan pedas dalam jumlah sedang menimbulkan risiko yang signifikan bagi perkembangan janin. Namun, penting diingat bahwa setiap kehamilan berbeda dan sensitivitas setiap orang dapat berbeda," ungkap Scruggs, seperti dikutip dari Parents, Jumat (31/7/2026).

Ibu hamil tetap diperbolehkan menyantap makanan pedas selama kondisi tubuh mampu menerimanya. Apabila sebelum mengandung seseorang memang jarang mengonsumsi makanan pedas, langkah awal yang baik adalah mencobanya dalam jumlah sedikit guna mengamati reaksi tubuh.

Fenomena Mengidam Makanan Pedas

Hasrat menyantap hidangan tertentu, termasuk makanan bercita rasa pedas, merupakan suatu kewajaran dalam masa kehamilan.

Menurut Scruggs, pemicu utamanya belum bisa dipastikan secara mutlak, namun disinyalir berkaitan dengan pergeseran hormon, pemenuhan zat gizi, serta keadaan psikologis ibu hamil. Catatan riset memperlihatkan bahwa sekitar 50 hingga 90 persen perempuan mengalami food craving pada fase tertentu saat hamil.

Sampai detik ini, tiada bukti yang menyatakan bahwa kebiasaan mengidam makanan pedas mengindikasikan masalah kesehatan tertentu, baik bagi ibu maupun sang buah hati.

Di samping itu, sejumlah penelitian mengemukakan bahwa makanan yang disantap oleh ibu selama hamil dapat memengaruhi profil rasa air ketuban. 

Paparan beragam jenis rasa, termasuk sensasi pedas, dipercaya mampu membantu bayi beradaptasi lebih cepat terhadap berbagai jenis makanan selepas dilahirkan.

Efek Samping pada Saluran Cerna

Meskipun terbilang aman bagi janin, makanan pedas berisiko memperparah keluhan pencernaan yang lazim dirasakan oleh ibu hamil. 

Salah satu gangguan yang paling dominan ialah heartburn, yakni sensasi terbakar di area dada akibat naiknya asam lambung.

Selama masa kehamilan, fluktuasi hormon menjadikan otot katup yang membatasi lambung dan kerongkongan menjadi lebih kendur. Di sisi lain, ukuran rahim yang semakin membesar memberikan tekanan ekstra pada lambung, sehingga potensi naiknya asam lambung kian tinggi. Makanan pedas dapat memperparah situasi tersebut.

Tidak hanya itu, hidangan pedas berpotensi memicu masalah pencernaan lain seperti perut kembung, diare, rasa tidak nyaman pada perut, serta memperberat gejala mual dan muntah pada sebagian ibu hamil.

Oleh sebab itu, Scruggs menganjurkan para ibu hamil agar senantiasa mencermati reaksi fisik masing-masing seusai menyantap makanan pedas.

"Jika kamu merasakan ketidaknyamanan setelah mengonsumsinya, sebaiknya kurangi atau hindari makanan pedas," tuturnya.

Makanan Pedas dan Mitos Pemicu Persalinan

Banyak anggapan keliru di masyarakat yang menyatakan bahwa makanan pedas sanggup mempercepat proses persalinan. 

Meskipun demikian, dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Aneesh Chawla, MD, MS, memastikan bahwa belum ada dasar ilmiah yang memperkuat klaim tersebut.

"Mengonsumsi makanan pedas, terutama dalam jumlah besar, memang dapat menyebabkan iritasi saluran cerna yang memicu kram perut menyerupai kontraksi. Namun, kontraksi tersebut tidak menyebabkan persalinan," terang Chawla.

Ia menambahkan, berbagai kisah mengenai makanan pedas yang diyakini mampu merangsang persalinan murni bersumber dari pengalaman pribadi dan belum didukung oleh verifikasi ilmiah yang memadai.

Karenanya, ibu hamil sangat tidak dianjurkan menjadikan makanan pedas sebagai strategi untuk mempercepat proses kelahiran. 

Apabila berkeinginan mencoba metode penanganan tertentu menjelang persalinan, dianjurkan untuk berkonsultasi secara mendalam dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi agar keselamatan ibu dan bayi tetap terjamin.

Terkini

Tinju, Anggar, dan Tenis Meja ke Asian Games 2026 Mandiri

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:11:31 WIB

Amankah Ibu Hamil Makan Makanan Pedas? Ini Faktanya

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:10:01 WIB

Ramalan Zodiak Awal Agustus 2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:07:01 WIB