Pemerintah Klaim 30 Sampai 40 Persen Peserta Magang Nasional Cepat Bekerja

Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:43:32 WIB
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya. (Foto: NET)

JAKARTA  - Pemerintah mengeklaim sebanyak 30%-40% partisipan magang nasional gelombang awal seketika diserap oleh pasaran kerja. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyatakan, seluruh tahap magang nasional gelombang tahap pertama pada tahun 2025 telah tuntas. 

Otoritas telah menjalankan survei dan mendapati sebanyak 30%-40% partisipan seketika bekerja. 

"Alhamdulillah yang tahun lalu sudah selesai semua dan dari 100.000 itu 30% sampai 40% langsung bekerja," katanya di Kantor Kemneterian Ketenagakerjaan, Selasa (11/8/2026).

Teddy menuturkan, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan program ini kembali diteruskan pada tahun ini serta meminta agar total partisipannya ditambah sampai 150.000 orang.

Teddy mengutarakan, program magang nasional gelombang kedua bakal dibagi menjadi tiga periode. Pada tahap permulaan ini sebanyak 50.000 partisipan telah dinyatakan lulus serta bakal memulai proses magang di korporasi yang dilamarnya. 

"Nanti yang 50.000 kedua dan ketiga bulan depan dan bulan berikutnya akan dibuka oleh Pak Menaker," urai Teddy.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakernaan, Darmawansyah memastikan bahwa ketersediaan lowongan kerja pada program magang gelombang kedua ini lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.

Darmawansyah mengungkapkan sebelumnya pada gelombang pertama di tahun 2025, lowongan kerja baru terpusat di Pulau Jawa khususnya di ibu kota. Sementara pada tahun ini banyak korporasi di luar jawa yang turut serta membuka lowongan kerja bagi para partisipan magang nasional. 

"Kemarin pada saat kami verifikasi penyelenggara di tahun ini, memang kami agak dorong untuk yang di luar Jawa. Nah ini fix-nya memang belum kami hitung karena ini baru kemarin ya, baru kemarin penetapan. Secara proporsional juga kayanya lebih banyak luar jawa," terang Darmawansyah.

Terkini