Dipuji Presiden Prabowo, Saham SMGR dan GIAA Kompak Terbang

Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:12:32 WIB
Investor mengamati data saham [FOTO: NET].

JAKARTA - Harga saham emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) bersama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) terpantau kompak mengalami lonjakan signifikan sepanjang sesi perdagangan hari Jumat (14/8/2026).

Penguatan harga pada kedua saham tersebut terjadi menyusul apresiasi atas kinerja serta prospek pemulihan bisnis keduanya yang disinggung secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026.

Merujuk pada data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 14.12 WIB, pergerakan saham SMGR melesat sebesar 6,29 persen atau bertambah 95 poin menuju level Rp1.605 per lembar saham.

Saham emiten semen pelat merah itu tercatat bergerak dalam rentang level Rp1.495 sampai dengan Rp1.610 per saham, dengan total volume transaksi mencapai 16,22 juta saham serta nilai transaksi atau turnover menyentuh angka Rp25,13 miliar. Walaupun secara akumulatif posisi kinerja saham SMGR sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YtD) masih mengalami koreksi sebesar 39,20 persen, hadirnya sentimen positif dari pidato kenegaraan Presiden berhasil memicu aksi beli oleh para investor di pengujung pekan ini.

Dalam irama yang serupa, saham GIAA turut bergerak di zona hijau dengan mencatatkan penguatan sebesar 1,39 persen ke posisi Rp73 per saham. Sepanjang perdagangan hari ini, saham maskapai penerbangan BUMN tersebut bergerak pada kisaran harga Rp68 hingga Rp77 per saham.

Aktivitas perdagangan saham GIAA sendiri berlangsung sangat aktif dengan volume transaksi yang menembus angka 732,22 juta saham serta nilai transaksi sebesar Rp52,84 miliar. Jika dihitung secara YtD, performa saham GIAA masih membukukan tren pertumbuhan positif di level 25,51 persen.

Di dalam pidato resminya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi atas lonjakan kinerja keuangan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih secara fantastis.

“Sejumlah perusahaan pelat merah seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sudah mencatat kenaikan keuntungan bersih 408,9%,” ucap Prabowo di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Selain itu, Presiden Prabowo turut menyoroti proyeksi pemulihan kinerja dari maskapai Garuda Indonesia. Beliau memproyeksikan bahwa GIAA tidak lama lagi akan menyusul emiten-emiten BUMN lainnya dengan mulai mencatatkan perolehan laba bersih pada awal tahun 2027 seiring dengan keberhasilan langkah pembenahan operasional armadanya.

Kepala Negara menjelaskan bahwa proses reaktivasi pesawat GIAA yang sebelumnya sempat tidak aktif (grounded) telah menunjukkan hasil yang nyata, di mana sebanyak 20 unit pesawat berhasil diaktifkan kembali hingga periode Juni 2026, sehingga total armada yang kini siap beroperasi mencapai 140 unit.

“Garuda Indonesia yang sudah sekian tahun rugi, sekarang sudah ada harapan untuk kembali untung. Kalau kemarin tidak terjadi perang di Timur Tengah, sesungguhnya bulan Juli ini Indonesia [Garuda] sudah untung. Kami sekarang berharap di awal tahun 2027 mereka sudah mulai untung,” ujar Prabowo.

Di samping membeberkan progres pemulihan kinerja SMGR dan GIAA, Kepala Negara juga menegaskan komitmen kuat pemerintah dalam memperbaiki kualitas laporan keuangan seluruh korporasi BUMN agar berjalan secara transparan dan terbebas dari segala bentuk manipulasi angka.

Upaya pembenahan fundamental tersebut terbukti mampu mendongkrak total perolehan keuntungan bersih BUMN pada tahun 2025 menjadi Rp326 triliun, atau mengalami lonjakan drastis sebesar 75,3 persen apabila dibandingkan dengan pencapaian pada tahun 2024 yang senilai Rp186 triliun.

Terkini