Kurs Rupiah Melemah, Simak Rincian Harga Dolar AS di BRI Hari Ini

Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:19:32 WIB
Nilai tukar rupiah. (Foto: NET)

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026). Simak kurs dolar AS di BRI hari ini.

Pada perdagangan Senin (24/8/2026), nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,15% ke level Rp17.721 per dolar AS. Tidak hanya rupiah, pelemahan mata uang juga dialami oleh sejumlah mata uang di Asia, di antaranya baht Thailand yang turun 0,01%, ringgit Malaysia turun 0,10%, yuan China turun 0,03%, hingga rupee India turun 0,02%. 

Pelemahan serupa dialami oleh dolar Taiwan yang turun 0,04%, dolar Singapura turun 0,08%, dan yen Jepang turun 0,16%. Sebaliknya, kinerja menguat dialami oleh dolar Hong Kong yang naik 0,04% dan won Korea naik 0,10%.

Berdasarkan catatan Bisnis, Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menuturkan bahwa penguatan indeks dolar AS pada perdagangan Senin (24/8/2026) dipicu oleh sejumlah sentimen. Salah satunya adalah langkah AS yang dikabarkan bakal menjatuhkan sanksi kepada Iran. 

Pernyataan dari pejabat AS tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan potensi perang ekonomi terhadap Iran, terutama di tengah kebuntuan yang terus berlanjut di Selat Hormuz dan wilayah sekitarnya yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Selain itu, aktivitas bisnis di sektor jasa AS juga terpantau solid. Indeks PMI Jasa S&P Global AS pada Agustus melampaui perkiraan di angka 54 dengan menorehkan level 56,8, yang merupakan posisi tertinggi sejak Desember 2024 dan melampaui angka 54,6 pada bulan sebelumnya. 

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi akibat harga energi di tengah ketegangan yang terus berlangsung di Iran dinilai berpotensi mendorong kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed) dalam beberapa bulan ke depan.

Dari dalam negeri, pasar merespons negatif pelebaran defisit transaksi berjalan Indonesia yang terjadi secara signifikan pada kuartal II/2026 menjadi US$12,5 miliar atau setara dengan 3,3% terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Perluasan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang diperkirakan bersifat temporer, salah satunya adalah kenaikan volume impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia.

Ibrahim juga menyoroti data kuartal II/2026 di mana Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) mencatat defisit sebesar US$900 juta, angka yang jauh lebih rendah ketimbang defisit sebesar US$9,1 miliar pada kuartal I/2026. 

Perbaikan tersebut didukung oleh sektor transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus sebesar US$12 miliar, setelah pada kuartal sebelumnya mengalami defisit sebesar US$4,8 miliar.

Untuk perdagangan Selasa (25/8/2026), Ibrahim memproyeksikan mata uang rupiah akan bergerak secara fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada rentang kisaran Rp17.720 hingga Rp17.770 per dolar AS.

Berikut adalah rincian kurs jual dan beli dolar AS di BRI pada hari Selasa (25/8/2026):

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan harga beli sebesar Rp17.678 dan harga jual sebesar Rp17.734 untuk layanan e-rate. Sementara itu, untuk transaksi melalui TT counter, bank pelat merah tersebut mematok harga beli sebesar Rp17.565 per dolar AS serta harga jual sebesar Rp17.865 per dolar AS.

Terkini

Semen Indonesia Andalkan Kualitas & Loyalitas

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:42:01 WIB

EMTK Andalkan AI Genjot Efisiensi Media dan Kesehatan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:36:32 WIB