Presiden Tinubu Perintahkan Operasi Pencarian 600 Warga yang Diculik dari Masjid di Niger

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:47:00 WIB

EDUKASIEKONOMI.COM — Operasi militer dan intelijen gabungan dimulai pada Rabu (19/2) setelah Presiden Bola Tinubu mengeluarkan perintah langsung melalui akun media sosialnya, Selasa malam (18/2). Dalam pernyataannya, Tinubu menginstruksikan Angkatan Bersenjata, Kepolisian Nigeria, dan Departemen Layanan Negara untuk segera mengoordinasikan upaya pencarian para korban penculikan massal di wilayah sekitar Desa Dekera.

Kronologi Penculikan dan Kondisi Para Sandera

Peristiwa penculikan terjadi di kawasan pedesaan Negara Bagian Niger pada Jumat pekan lalu. Seorang pejabat distrik setempat menyebutkan 30 orang tewas dalam serangan tersebut dan telah dimakamkan pada Minggu (16/2).

Para penculik merilis sebuah video pada Minggu yang memperlihatkan sekelompok besar orang disandera di kawasan hutan. Dalam rekaman yang beredar di Facebook dan WhatsApp, terdengar tangisan anak-anak dan seorang pria bersenjata berbicara dalam bahasa Hausa kepada keluarga para tawanan, meminta mereka mengidentifikasi kerabat masing-masing.

Kepala Komunitas Dekera, Abubakar Umar, mengungkapkan sedikitnya 2.000 warga telah melarikan diri ke negara tetangga, Benin, pasca serangan tersebut.

Tekanan Keamanan Jelang Pemilu dan Pola Kejahatan

Gelombang penculikan bertebusan di Nigeria utara meningkat sejak awal tahun ini. Kawasan barat laut Nigeria selama ini menjadi jalur transit senjata dan kelompok bersenjata yang melintasi Afrika Barat, dengan serangan Boko Haram dan ISIS yang kian sering terjadi di wilayah perbatasan dengan Niger, Chad, dan Benin.

Analis keamanan yang berbasis di Abuja, Kabir Adamu, menyatakan belum bisa memastikan pihak yang bertanggung jawab atas penculikan massal ini. Ia memperkirakan kelompok bersenjata yang merilis video tersebut akan segera menghubungi keluarga korban untuk menuntut tebusan.

Adamu menilai penculikan yang terjadi di siang bolong ini menunjukkan kelemahan operasi keamanan di Nigeria, meski ia menekankan bahwa teror tidak akan membuat negara ini tunduk.

Sikap Pemerintah dan Desakan Internasional

Dalam pernyataan resmi pertamanya, kantor kepresidenan Nigeria mengutuk keras "serangan pengecut terhadap warga Nigeria yang tidak berdaya" dan berjanji membawa para pelaku ke pengadilan. Tinubu juga menyampaikan dukungan langsung kepada keluarga korban.

"Kalian tidak sendiri. Seluruh bangsa turut merasakan duka kalian. Kami tidak akan berhenti sampai anak, saudara perempuan, ibu, dan ayah kalian kembali dengan selamat," tulis Tinubu, seraya meminta para kepala keamanan memberikan laporan berkala mengenai perkembangan operasi penyelamatan.

Amnesty International mendesak otoritas Nigeria untuk mengamankan pembebasan para jamaah dan memperingatkan ancaman penculikan massal yang semakin meluas di wilayah utara. Kasus ini menjadi sorotan menjelang pemilihan presiden Januari mendatang, di mana isu keamanan diperkirakan menjadi agenda kampanye utama.

Terkini